Mungkin kejadian aslinya begini. Di kabupaten pemekaran yg penerbangan komersil blm masuk, bupati mengatur/memonopoli transportasi udara dan logistik. Ada bagi hasil utk setiap seat dan kg. Dikasus ini sesudah susi sekian tahun mengudara, ada rival yg minat masuk dgn iming2 lbh sehat maka wajar s
Ya sudah, ga usah tanam sawit. Ga ada keuntungan yg signifikan. Jadi pengimpor aja. Biar mahal tapi. Llingkungan asri, bebas dari banjir yg katanya curah hujan tinggi. Satwa bebas.merdeka. kodok dan cebong bahagia spt sediakala
Negara luar beli migor mahal itu wajar krn tdk kena dampak langsung kerusakan lingkungan. Istilahnya sdh terima bersih. Migor dlm negeri hrs murah. Krn sdh berkorban utk terima dampak kerusakan lingkungan-ekosistim. Tdk ada alasan pake harga international. Kecuali bosnya si dungu
Prestasi kedunguan. Sepintas seh untung. Ternyata buntung. Mirip spt membanggakan penguasaan saham pripot
Dapat momen tuk lepaskan kedongkolan, kemarahan, kepengapan. Penguasa hukum, oligarki, baser ikut bertanggung jawab menciptakan kesalahan sosial spt ini.
Entah mengapa negara ini klo buat perjanjian -kerja sama ( (mau itu perjanjian dagang, militer, budaya) dgn.negara lain selalu dipihak yg rugi.
Partai rasa sayap politik. Mana permainannya kebaca lagi. Coba lepas deh semua atribut penguasa. Pilih genre tengah.-kanan.. berani koreksi penguasa gpp dpt awal2 2%. Modal bagus 5 thn kedepan
Semoga berhasil. PT 20 udah dicoba. saatnya mencoba PT 0. Nantinya akan didapat PT yg terbaik utk demokrasi dimari.
Data masa lalu giring dilempar ke bursa lalu diangkat tinggi curiganya ini kerjaan faksi viani yg beraksi.