PART 17 A Malam itu adalah sesi latihan terakhir kami. Nggak ada Ayahnya Yesi karena beliau lagi ke luar rumah. Seolah menggantikan peran ayahnya, Yesi bilang kalau kami udah bener-bener siap. Masing-masing udah matang dalam ngegarap bagiannya. Seperti biasa, setelah latihan kami bersantai sebenta
Ijin gelar tikar gan... Kayaknya seru ceritanya.... Silahkan gan. Masih banyak tempat kosong kok di sini :D
PART 16 Selain Dani sisanya mengambil sikap jelas. Mereka nggak mau. Udah berapa kali dibujuk pun hasilnya tetap sama. Aku sampe rela bersikap kebalik dari biasanya, yakni nyekokin mereka soal membantu Yesi sebelum lulus. Tapi ya nggak mempan. Jalan tengah pun diputuskan. Mereka sepakat buat ngel...
PART 15 “Memang ta#k ya kalian semua,” ini reaksiku kesekian kalinya. “Trus, Mitanya ngomong apa ‘Ang?” Choki penasaran, sisa tawanya masih ada. “Ya menurutmu gimana? Heranlah dia. Malah tadi ada teman-temannya lagi. Ta#k, malu banget aku woy, woy!” “Mana udah dibelain dandan lagi...
PART 14 Besoknya, kami yang kemarin terlibat perkelahian dipanggil ke kantor. Setelah blablabla selama hampir setengah jam, Pak Yunus selaku guru BP pun bertindak tegas. Kami diberi ancaman keras. Sekolah punya wewenang untuk mengeluarkan kami kalau situasi serupa terus berlanjut. Aku pun kepikir...
PART 13 Sesampainya di kos, seperti biasa aku berdiam di kamar. Di depan tv yang menyala, aku merokok bertemankan botol sofdrink yang berdiri tegak. Pintunya sengaja kututup. Semua kamar di kos ini memang dilengkapi blower jadinya nggak akan kerasa pengap. Saat itu aku sambil berkirim pesan sama ...
PART 12 Kami berada di kantin hingga bel pergantian pelajaran berbunyi. Langsung masuk ke kelas setelah gurunya kami lihat masuk ke kantor. Kedua orang itu kembali meja mereka, sedang aku kembali ke bangkunya Risma, orang yang hari ini nggak masuk entah karena apa. “Serius tadi Chok?” sambut...
Ceritanya mantap nih, diksinya juga oke banget. Tapi alurnya sengaja dilambatin atau gimana nih gan? Hendro nya yang bonyok atau si yohan nya yang bonyok ya? bakalan seru nih kalau nanti sang pemburunya turun tangan. Makasih gan udah mau baca. :shakehand Kalo alur saya ngeflow aja sih gan. Ngg
PART 11 Hari itu pelajaran (baca: siksaan) berlangsung seperti biasa. Satu hal yang kubenci selain mengikuti guru yang mendiktekan catatan, adalah mengikuti juru tulis kelas yang sedang mencatat di papan tulis. Tapi untungnya saat itu bisa kulewati tanpa kebosanan yang berlebih, malah bisa dibila...
PART 10 Sehari setelahnya, aku memenuhi janjiku untuk jalan dengan Wiwid. Sore-sore kami berangkat menuju rumah pamanku. Beliau ini adiknya ayahku. Dari 4 bersaudara, ayahku adalah saudara tertua. Masing-masing dari mereka sekarang hidup di pulau yang berbeda, kecuali ayah dan pamanku. Aku sebena
PART 9 Choki ngamuk-ngamuk pas dikerjain, tapi tetap aja dia balik senang pas kami ngumpul lagi. Berbeda sama kejadian sebelumnya, kali itu kami menyalaminya dengan hangat, di suasana yang seimbang tepat. (Lho, kok malah jadi iklan deodorant :hammer: ) Habis itu kami punya rencana buat ngelanjuti...
PART 8 Kami nongkrong di rumah Ikmal sampai sore. Sebelum pulang, kami udah janjian buat main billiard nanti malamnya, yang sebenarnya adalah rencana kami buat ngerjain salah satu dari kami. Dia ulang tahun udah dari dua minggu yang lalu. Begitulah kebiasaannya, kami nggak akan ngerjain pas di ha
PART 7 Masih di hari yang sama. Pulang sekolah kami mampir ke rumah Ikmal. Kami nongkrong di bale-bale, dan masing-masing udah pada singletan biar sepoinya angin makin berasa. Seorang ibu bersikap baik terhadap teman-teman anaknya itu wajar. Begitupun dengan ibunya Ikmal. Sebelumnya kami sering d...
PART 6 Malam minggu kali itu terasa biasa, sama seperti yang sudah-sudah. Jalan dengan Wiwid sampai sekarang masih kuanggap seperti formalitas. Apalagi, Yesi-entah ya kalau dia yang berbohong-ternyata tidak jadi bertemu dengan temannya. Alhasil semalaman itu kami ngobrol bertiga. Belum cukup samp...
jadwal apdet nya kapan bang.. ampe tamat yee bang belum berani kasih jadwal gan. semoga aja sampe tmat gan :D