harusnya kalau memang ente maunya cari ilmu dan nggak mau di uji, ya autodidak aja dirumah, nggak usah sekolah. belajar sendiri. idem gan, dan banyak sekali para motivator yang bilang "buat apa sekolah", koq, banyak yang sukses tanpa sekolah juga. :capedes
masukan ana, di indonesia kalo mau ada pltn harus di lokalisasi pada satu pulau. takut bocor kaya chernobyl :takuts tapi kalo liat film transformer bahwa chernobyl disebabkan karena penggunaan alat bahan bakar yang ditemukan di bulan :ngakak
yang pertama kali dilakukan adalah langsung matikan dulu semua listrik di rumah kita masa laporan dulu ke pln mending kalo ada yang ngangkat kalo ga ada :bingungs bener gan, ana pernah mati lampu di rumah (akibat salah ana sih :malus), trus ana nelpon ke pln, dia bilangnya sigap siap pak, eh....d
Lha, sains ya ditanggapi atau dibantah dengan sains, bukan modal tafsiran agama. lagian mau pakai agama mana? Apa yang beda agama juga harus makai standar agama lain? Jika ada pertentangan, kenapa gak uji ulang tafsiran agamanya? jadi, agan bilang tafsiran para sahabat salah :capedes, nah, dari s
sphere nya juga harus mendukung, kayak venus, gak mendukung bgt rumah kacanya jadikan dia planet terpanas, gak bisa ada makhluk hidup(makhluk hidup patokan bumi) disana kalau muncul kehidupan kayaknya bukan tergantung planet atau satelitnya tetapi kalau manusia untuk menemukan kehidupan, ya... P
Tentang probabilitas, itu juga yang dipake oleh anti-abiogenesis bahwa probabilitas terjadinya kehidupan secara abiogenesis sangat kecil, sehingga tidak mungkin terjadi. Padahal probabilitas kecil bukan berarti nol, bukan berarti tidak mungkin terjadi. Sebaliknya probabilitas yang besar bukan berar
Terkadang kita merasa, semakin banyak kita melihat semakin sedikit kita tahu Suka bgt ma kata2 ini kalo ana punya yang lain lagi gan: "semakin banyak tau maka kita menyadari bahwa kita itu banyak bodohnya, tapi kebanyakan menjadi sok tau"
hampir sama kek dijelaskan pi-one religi/agama dalam sains adalah sebagai kontrol moral nah, tuh sebagai kontrol moral. jadi, kalo ada pendapat atau teori dari sains yang bertentangan dengan sunatullah maka kita kembalikan lagi ke kebenaran religi/agama. sehingga bagi seseorang yang menggunakan
iyagan, kasihan juga ya yang SNMPTN tahun ini, salah satu syaratnya dari nilai UN gan. serius nih, mana sumbernya gan :bingungs
manusia berencana, ALLAH yang menentukan. ambil positifnya, lalu kendala atau negatifnya, mari kita selesaikan bersama. semua ini demi kemajuan anak bangsa :iloveindonesias
Siippp :1thumbup Saya sangat setuju bahwa siswa (& ortu) harus pintar membuat skala prioritas, terlebih ortu yg lebih berpengalaman tentunya. Menjadi manusia seutuhnya sih okay aja, pelajaran Sejarah misalnya, walaupun siswa tsb gak suka pelajaran tsb diharapkan siswa mengerti perjuangan bang
nah.........masalah mengemban tugas itulah kadang kadang belok kanan belok kiri :ngakak lalu, siapa nih yang punya hak untuk mengontrolnya :bingungs
ikut nimbrung gan: ana setuju, yang penting bagaimana kita mempersiapkan diri. karena jika kita ingin naik tingkat/level pasti harus ada yang diujikan, bisa kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
TS-nya bilang kalau ada 10.000 bumi yang berperadaban di galaksi kita ini :o kenapa belum ketemu ? alasannya karena jarak yang jauh, andaikata ada bumi yang peradabannya sama canggihnya dengan manusia yang ada saat ini tapi berjarak 1000 tahun cahaya saja, sekarang kita mengirimkan sinyal atau pe
Di kurikulum KTSP titik berat pada perilaku + moral mulai menghilang ( dihilangkan ) di kurikulum 2013 hanya menambahkan kompetensi inti, sedangkan kompetensi yang lainnya sama (mapel yang ana ampu). tetapi, pada kurikulum 2013 ada kendala yang belum ada titik terangnya, yakni: mapel TIK/KKPI