Maksudnya, yg dibantu pemerintah harusnya semua sektor ekonomi, tidak hanya otomotif karena semua sektor perlu dibantu bangkit, tidak hanya otomotif saja termasuk industri properti yg juga punya rutinitas tetap bayar bunga bank, sekarang jg lagi kedodoran kalau barang jualannya tidak ada yg beli
Rutinitas bayar bunga bank... tidak memandang kategori industri, Bank pasti rutin tetap untung, Bank pasti tidak akan rugi, Atau aset disita
Sebagian pekerjaan2 lama = iya disaat yg sama muncul jenis2 pekerjaan baru plus ekosistem bisnis penyedia dan meintenance robotic yg jumlahnya butuh lebih banyak manusia
Pabrik parts utk robotic, distribusinya dan ekosistem maintenancenya akan berjamuran mempekerjakan manusia tenang ajaa... aman
digitalisasi, membuat jalur panjang distribusi perdagangan terpangkas besar2an, sangat positif : peluang bisnis menjadi lebih banyak terbagi, tidak bisa dimonopoli distributor pemain2 besar lama penjualan barang secara personal pun kini bisa... import barang pun bisa langsung lebih mudah dan cepat
waduhh... WFH ini semua pakai pulsa datanya telkomsel dan indihomenya kan yah... lumayan banget pundi2 rupiah utk bangun jalan mulus dipulau kecil singapura disumbang 35% dari uangnya ibuk bapak rakyat indonesia
Telkom itu milik indonesia bukan ya ? atau singapura ? kayaknya singapura deh... atau yang telkomselnya ya ? ada yang tahu ? biar pada tahu
biasanya di tukang rias khusus utk pengantin wanita memakai jampi2 (ini umum banget) alias kayaknya ane belum pernah menemui yg tidak... ini yg konon menjaga agar dandanannya terlihat "pantas"... dan ini yg konon rawan membuat anak2 kecil sawanan
Harusnya saat meluruskan hal2 di pertamina, bisa langsung koordinasi dgn menteri BUMN atau presiden... langsung... secara senyap, secara diam, kalau semua sudah mentok, buntu, baru via media utk minta backup opini masyarakat kalau baru mulai sudah ramai... kurang elok... boleh2 saja namun kurang
sama persis kan semua sistem kerja dan struktur organisasi dengan "pertamina" negara lain yg sudah sukses ... itu solusinya.