Dedaunan musim gugur berjatuhan dalam balet keemasan yang bisu, setiap helainya adalah catatan terakhir sebelum bumi memasuki tidur panjangnya.
Laut biru kehijauan itu berdesir pelan, mengulum pantai berpasir putih dengan buih-buihnya yang berbisik tentang kedalaman yang tak terkatakan.
Jaring laba-laba di pagar tua bergetar halus, menangkap bukan lalat, tetapi serpihan cahaya pertama yang tersesat di antara anyamannya.
Kupu-kupu berwarna lavender itu terbang menyeberangi taman, meninggalkan jejak mimpi di udara yang perlahan memudar diterpa cahaya.
Sisa embun di ujung daun jatuh ke tanah, menuliskan riwayat pagi yang singkat dengan titik-titik jernih sebelum terserap oleh kerak bumi.
Kicauan burung-burung pecah bagai kristal di udara dingin, merajut melodi sederhana yang membangunkan bunga-bunga yang masih mengantuk.
Kabut pagi perlahan tersibak, memperlihatkan sarang laba-laba yang berhiaskan mutiara embun, tergantung rapuh di antara dua helai rumput.
Sinar mentari pagi menyelinap melalui celah jendela, menari perlahan di atas debu-debu yang berterbangan, membangunkan dunia dengan kehangatan yang bisu.
Rumput-rumput bergoyang dalam senyap, menyambut kaki-kaki dingin kabut yang melintas di ladang saat fajar hendak menyingsing.
Rinai hujan menari di atas genting, menitipkan kisah awan yang merindu pada bumi dalam setiap tetasnya yang jernih.
Sungai itu mengalir pelan, membelai setiap batu licin di dasarnya dengan lagu purba yang hanya dipahami oleh akar-akar pepohonan tua.
Di balik kabut, gunung-gunung berdiri bagai raksasa yang tertidur, menahan ribuan tahun kesunyian di pundaknya yang ditutupi awan.
Angin malam berbisik pada bulan sabit, menceritakan rahasia bintang-bintang yang berkelip pelan di hamparan langit kelam.
Itu Live Chat di kasap gimana ya? Udah ane matiin tapi kalo ada orang chatting langsung ada notifikasinya....