businessman pada tau bahwa simpan jimat kertas wahyudi ya musti di pusat perbankan wahyudi asia tenggara - singapow. logika segampang itu ya ngga mungkin difahami oleh nasbung kismin parasit yang lagi coli dengan perbankan syariah. :D ngapain simpan di indon, anggota jaringan bank wahyudi yan
dholim dan anti kemanusiaan. :ngakak kok bukan karena kopir tapir lagi? anti kemanusiaan karena jatah geng ormas (orang malas) terancam dipangkas menjadi Rp. 0,00 yak. :wkwkwk
busway sekarang jangan dibandingkan dengan busway jamam focke lah yae. selisih bumi langit. penumpangnya aja udah galak-galak tukang komplen, indikator kelas menengah bawah. :D jaman focke dulu yang naik busway udah kayak kambing yang pasrah, bulat2 menelan penderitaan. ane udah naik busway s
jakarta yang lebih baik menurut jones akar rumput: 1. bebas bikin parkir liar 2. rt rw bebas ngutip duid warga 3. "rakyat kecil" bebas menyerobot lahan negara 4. bebas buang sampah ke kali 5.... rumput liar memang harus dibabat sampai ke akarnya. anti peradaban anti kemajuan. :D
kartu kasihan berseliweran. :D 100juta cuma kelas oleh-oleh, kayak kripik singkong pedes. mantap ya cuy indon. :think:
klan wahabb fekaes kok agak sunyi senyap semenjak beberapa waktu lalu yak. sedang fokus produksi anak atau gimana nih? :D
sengkuni kecele, dia kira si kopir akan kuncup disebut dajjal sehingga datang menghadap sengkuni sambil nyembah-nyembah minta maap kali yak. eh malah disuruh jalan kaki. :wkwkwk
besok-besok risma bisa ngiklan: "pemimpin perempuan yang diakui 90% partai di jakarta! fekaes aja pengin mengusung! amanah, santun dan beriman!" pdip menang banyak. :D
rakyat kecil = pelanggar hukum yang tinggal di pinggir kali/tanah negara logika nasbung indon. :ngakak miskiner baik-baik yang bukan pengangguran dan ngontrak rumah petak dan ngga tinggal di kandang pinggir kali bukan rakyat kecil.
bukan korupsi kok. para santuniah maha suci mana mungkin korupsi, mereka setiap hari berjuang berdarah-darah berjihad berperang mental demi menumbangkan negara kafir penyembah burung teleng kiri, tujuan mulia mendirikan khilafah. Uang yang diambil itu hanya pampasan perang demi kemuliaan khilafa