Bahas sendiri aja kalo mau. Karena ane kerja di bidang saham, ane tahu alasan pasti kenapa ini naik, dan kenaikannya itu semu alias "gorengan". :malu
rp.3000000 Berkontribusi bisa berkontribusi minimal, bisa berkontribusi maksimal. Kalo mindset negara miskin, yg penting cuan dulu, masalah lingkungan jadi prioritas urutan belasan. Jadi kontribusi kerusakan lingkungannya maksimal
pembangunan = merusak lingkungan itu mindset negara miskin & korup. makanya rakyatnya jg ikutan korup aja lah sekalian. Nggak korup malah rugi. :1thumbup
Karena dulu SBY meninggalkan kondisi yg jauh lbh baik daripada Mulyono. Jadi sekarang udahlah Wowo nya begitu, Mulyono juga ga nolong.
Hasil nyatanya bencana gini ya pak? :lehuga https://s.kaskus.id/images/2025/12/04/1221131_20251204064615.jpg
mabdulkarim beacuka1 Rata2 penurunan nilai IDR vs USD setahun itu di 3-4%. Bunga deposito USD di bank terbesar di SG, 3,6an%. Bunga deposito di SG tidak dikenakan pajak. Jadi total dapat return 3+3,6 = 6,6% Maksudnya simpan pinjam itu bisa di perbankan. Kan ada LPS katanya, masa ga percaya LPS..
mabdulkarim beacuka1 Maap, tapi cuan itu ga mengenal nasionalisme. Kalau bisa dapat cuan 6-7% di deposito USD tenor pendek 1-3 bulan. Buat apa lagi beli FR atau SBN yang punya tenor panjang? Emas juga boleh jadi opsi. Tapi pegang emas itu kurang lebih sama dengan pegang valas, karena emas itu as
beacuka1 mabdulkarim Emangnya dengan ada LPS, risiko tabungan hilang jadi tidak ada? Dulu pas jaman SBY, bunga LPS itu setara atau di atas BI rate, kalaupun di bawah BI rate, tidak sampai 1%. Sekarang bunga LPS ada di bawah BI rate, dimana itu sudah anomali. Dan fungsi LPS jadi kurang relevan lag...
beacuka1 BI era orba itulah yg menyebabkan Krisis Moneter 1998 di Indonesia paling parah dibanding negara ASEAN lain.
Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengakui wakil rakyat bersama pemerintah berniat mengubah peran Bank Indonesia kembali seperti ketika era Orde Baru. Hal ini akan segera diwujudkan melalui revisi Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Pengu...
Bloomberg Technoz, Jakarta - Ada yang menarik dari lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin. Terlihat bahwa pemerintah mengambil imbal hasil (yield) tinggi dalam lelang tersebut. Untuk tenor 10 tahun, yield rata-rata tertimbang dari penawaran yang dimenangkan sebesar Rp 2 triliun adalah 6,5%. Ini me
Kalo pemerintah ga bisa diharapkan, ya sebaiknya memang ga usah bayar pajak lagi sih.. Mau duitnya doank, kaga bisa bantu kalo dibutuhkan..
Yang salah berjamaah, ada yg ngasih izin penggundulan hutan sembarangan, ada yg bikin perusahaan sawit, ada juga Presiden T O L O L macam begini: https://s.kaskus.id/images/2025/12/03/1221131_20251203042750.jpg