superman313 Pelaksana kan tergantung masterplan. Disuruh ya dijalanin, meskipun heran dan ketawa dalam hati.
anti.suap Hasto tangan kanan Mega? Hehehe... Lu cuma tau diluar layar aja bray. Tadi lu masalahin soal klan Sukarno. Makanya gw bilang, Hasto emang klannya Sukarno? Udah dibilang, budaya cium tangan itu udah jadi budaya Indonesia. Apa waktu U12 Indonesia cium tangan ke wasit itu artinya takut? I
anti.suap mikail1881 Berani nantang? Memberi klarifikasi itu bukan menantang. Beda bray. KLARIFIKASI. Penjelasan atas sesuatu yang ditutup-tutupi. Gibran gak suka dengan hal itu. Makanya dia bicara apa adanya.
mikail1881 anti.suap Betul. Karena Gibran udah jadi kader PDIP, ikut sekolah kebangsaan juga. Urusan Gibran akhirnya dipilih atau gak, hak itu ada di Mega. Mega lebih tau kelebihan dan kekurangan seseorang yang akan dimajuin jadi pemimpin, sama halnya dengan Prabowo. Keduanya itu King Maker. Masa
anti.suap Hehehe... Cium tangan berarti jiper? Baru tau gw. Emang Hasto punya pangkat apa di DPP? Hak eksekusi itu adanya di Mega, bukan Hasto. Dan Hasto bukan klan Sukarno. Hehehe.. Gw dulu juga tiap ketemu sama Sukmawati dan Rachmawati, gw cium tangan bray, sekedar menghormati.
Ada false flag. Bukan Prabowo yang memerintahkan. Ada orang lain yang pangkatnya lebih tinggi dan jabatannya lebih tinggi dari Prabowo saat itu yang memerintahkan Tim Mawar bergerak.
anti.suap mikail1881 Itu bukan nantang. Dia cuma ngasih penjelasan sebenar-benarnya sekaligus menepis kebohongan. Kan beda antara datang sendiri karena kemauan sendiri dengan datang karena dipanggil melalui surat resmi. Jadi biar publik yang menilai.
Cium tangan ke orang yang lebih tua itu udah tradisi budaya Indonesia. Bahkan banyak orang yang lebih tua cium tangan ke yang lebih muda karena kharisma, kedudukan, ilmu, dan lain-lain. Itu lumrah. Bukan berarti tunduk.
Heran karena elu gak naik-naik elektabilitasnya. Lha waktu Pilkada Jakarta koq lu diem aja. Kan tiap minggu juga keluar hasilnya. Bahlul!
Gibran sama Kaesang emang mengidolakan Prabowo koq, bukan Mega. Kalau ke Ganjar, itu semata-mata karena Ganjar kader PDIP yang lebih dulu gabung dan kebetulan jadi Gubernur. Gibran tentunya banyak belajar dari Jokowi. Minimal diberitahu dapurnya PDIP seperti apa, siapa-siapa penjilat disana, bagaim
Adapun secara nasional, kata Prananda, Nasdem menargetkan perolehan suara dua besar nasional. -------- Pede abis. :D Dasar bocil.