jauh bener sama malaysia yang sering di sebut malaydesh sama orang sini, tapi mau gimana lagi disana mau Perdana Menteri pun kena sikat kalo disini sepertinya belom ada mantan presiden yang kena sikat sampai di penjara akibat korupsi.
untungnya QRIS engga di senggol sama sekali di kesepakatan kali ini padahal kemaren sempet rame masalah QRIS yang sempat di singgung AS.
Kalo ditambah tarif default 10% yang di kenakan ke anggota brics memang turunnya lumayan signifikan. sekali lagi kalo kondisi emang lagi miskin mending manut daripada jual mahal malah makin melarat, merapat ke china juga cuman jadi objek pasar doang bahkan smelter pun yang katanya untuk hilirisasi
bukan sesederhana cari pasar baru karena US memang populasi terbesar ketiga dunia dan daya beli mereka juga kuat, mau pindah ke pasar india daya belinya mirip indo kalo pindah ke china emangnya yakin bisa bersaing dengan produksi lokal china.
Becandaan netizen kok di seriusin, banyak juga yang ngepost katanya di klaim malay tapi bahasa postingannya indo banget.
wamen pensurvei ijasah ini kok mendadak pesimis, apa sudah baca laporan phk yang engga di publish kemenaker makanya sekarang berubah.
pelajaran hidup emang mahal kalo lagi jatuh iya di nikmati aja biar engga terulang lagi di kemudian hari :salaman
katanya "lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang", sekarang kok malah merekomendasikan kerja ke luar negeri :lehuga
sepertinya orang ini hidup di langit bukan di bumi, kalo hidup di bumi pasti minimal paham boro-boro banned perusahaan pendukung zionis baru di kenai kenaikan tarif sudah terkencing-kencing kirim utusan berlomba jilatin pantatnya trump.
katanya lagi penghematan dan efisiensi kok malah defisit :bingung jadi kalo misalnya engga ada penghematan malah melebar berapa triliun.
Kerja keras demo di bayar tuntas dengan naikin tarif :lehuga kalo ada yang bilang kenapa pemerintah engga bikin aplikasi serupa, emangnya pada lupa tiap kali pemerintah punya unit usaha selalu lebih mahal dari swasta contoh Pertamina, telkomsel, garuda indonesia :ngakak
Konsisten personal branding buat terlihat kaya juga butuh modal bre, minimal cukup kaya buat mengakomodir gaya hidupnya tapi kalo di bilang kaya banget rasanya kok terlalu berlebihan apalagi bisa diraih dengan lumayan singkat.
Udah tau melebar malah keluarin kebijakan beli mobil baru pejabat, uang saku 500 ribu/hari tiap dinas luar kota, akomodasi menginap sampai 9 juta. presiden minta efisiensi menterinya malah pada sibuk cari kenyamanan pribadi :bata
kasusnya kan belom di sidangkan emang boleh maen asal tangkap dengan tuduhan menyebarkan berita bohong :bingung
korea yang paling bagus memang dari manajemen marketingnya yang sanggup merubah orang biasa bisa jadi nabi baru bagi para fansnya.
mungkin bapak ini menganggap kualitas SDM di jabar sudah setara silicon valley yang tinggal comot langsung bisa bekerja, perusahaan bukan warung makan pak yang lagi cari pelayan part time buat nambah tenaga kerja :ngakak
emang di negara mana lagi yang mulai dari kejaksaan, polisi sampai tni punya tim sepak bola sendiri belom lagi baru jadi pemain timnas udah nyambi jadi PNS.
kemaren tito dengan 4 pulaunya, kemenag dengan potensi berkurangnya 50% calon jamaah haji, sekarang zonky dengan denial rumor kasus pemerkosaan masal, apes bener punya pejabat kok ga bisa mikir panjang dampaknya dan seringkali malah bikin pusing pemerintah pusat :wkwkwk ini belom lagi ngomongin BU