Di sini sebab yang menjadi penyakit sebenarnya ada: -Arab Nusantara alias NU (Golongan Konservatif, kadang radikalis, kadang moderat). -Salafi (Eks Wahabi, golongan kanan, bercirikan suka menyebarkan unsur radikalis secara halus, namun suka keras dan teguh pendirian terhadap sesuatu). -Golongan p
Tumben yah biasanya di media, doi dianggap waketum mui tapi sekarang ketum pepeh muhi, apakah ini biar menutup kebobrokan karena sering muncul di media..
rjonzz Efek medianya yang gembar-gembor soalnya romantisismenya makanya kesannya bagi orang luar memandang seperti heboh, padahal aslinya tau sendiri makin padat, macet, dan sumpek apalagi sarang begal.. karena udah banyakan orang yang tinggal di sana jadi dah berkurang untuk kenyamanannya dsb.
Istilah tarbiyah kan dari partai sapi melalui organisasi bawah tanahnya yang beredar di sekolah-sekolah sampai perguruan tinggi..
Kalau disini sudah ditangkap lalu di hukum penjara kemudian bebas tapi balik lagi jahat terus di penjara terus kembali ke sebelumnya..
Emang sengaja sama rezim ngasih posisi nih orang kurang tepat biar mencari aman ketika ada kasus tersembunyi di balik rezim kini..
Makanya emang lembaganya gak sekalian komisi pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme malah yang ada kpk tapi kurang lengkap itunya jadinya yang diberantas korupsi tapi kolusi dan nepotisme gak diusut..
Kalau kita gak usah repot-repot deh bikin produk lokal percuma kan gagal lagi hanya pansos pejabat, kita perlu hanya gerakan go green yang mana pergi cukup bersepeda, berkuda, atau naik onta aja..