Perumnas wajar megap2 soalnya bukan PP, WIKA maupun Waskita. Soalnya fokus bikin rumah subsidi tapi bukan tukang. Punya duit tapi di subkon kan. Emang perumnas g ada divisi pembangunan gt ampe subkon ke BUMN lain. Nah ini gue heran, kalo cuman jadi Broker ya mending dibubarin sekalian, suruh WIKA/
Kurva belum melandai lu paksa new normal, ya akibatnya begini, hal yang wajar kalo kebijakan ngaco dipaksakan ya hasilnya bakalan ngaco juga :lehuga
streisouls Untuk merubah suatu tatanan adat yang udah berjalan dari banyak generasi dan dipegang teguh dengan prinsip yang ada, perlu waktu dan pendekatan yang cukup lama agar mereka bisa mengerti, itu juga kalo mereka bisa menerima, kalo tidak? Tapi pendekatan apa yang cocok itu sangat perlu diper
panchre Udah tolol, kolot pula. Lu liat sejarah, Soeharto dulu punya program 1 juta hektare sawah baru di lahan gambut di Kalimantan Tengah dan hasilnya gagal total, itu beberapa ahli juga udah nyaranin, kalo buka sawah baru di lahan gambut bakal jadi sia-sia. Dan lu mau mengulangi sejarah yang s
streisouls Maksud elu mungkin bagus, tapi harus tau pendekatannya itu ga semua seragam, beberapa suku seperti Baduy, Suku Anak Dalam di Jambi atau Dayak Pedalaman di Kalimantan kalo dikasi modernisasi dan pembangunan yang ada malah terjadi resistensi, karena ini menyangkut falsafah hidup dan prin...
si Bibib ke Ngarab juga itu pasti ada mainan elit kok, ada yang ngongkosin dan bayarin. Dalam drama politik begini, harus ada yang jadi lawan kan? :lehuga
Menurut info lain, ini adalah proyek tiga kementrian. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto Pertahanan negara ranahnya bukan cuma alutsista doang drun! Banyak ranahnya dan salah satunya PANGAN. Mungkin lite
kita liat Diaz Hendropriyono(Telkomsel) VS Densi mana yang lebih sakti lmao. awas den ntar kayak Jack Boyd Lapian yang malah jadi tersangka vs Dagumen ayyy lmao:lehuga Gertak sambel doang, drama belaka ini mah :lehuga
sdh baikan kah ? pks dan 212 ditinggal ? berarti gerindra bukan kadrun? Gerindra auto cebong kali ya? :lehuga
Ada yg salty? Iri bilang bos, ngoahahahahahaa..... :lehuga https://s.kaskus.id/images/2020/07/07/5299139_202007070603100294.png Makin betah dah doi di lingkaran sempakbool nusantara universe, ngapain jauh² dan banting tulang kejar karir di luar negeri, kalo berkarir di negeri sendiri sudah bisa ta
Semua gara2 UU otonomi daerah, karena Pemerintah Pusat (presiden) tak bisa lagi campur tangan mengontrol pejabat daerah. Di jaman Suharto para kepala daerah (gubernur) ditunjuk dan diangkat oleh presiden, sehingga komando dari Pusat harus dilaksanakan oleh gubernur dan di bawahnya. Tidak seperti
Koplak nih pemerintah, nyelametin BUMN bisa ngasi 149T, giliran dana desa yang cuman setengahnya langsung diputus dengan alasan kekurangan duit, suka bingung kadang gue :lehuga
Ya kalo ekonomi Indonesia diprediksi minus di kuartal ke II 2020 oleh beberapa lembaga dan media gimana ga buruk :lehuga
Analisisnya hampir sama kaya yang gue baca di Panditfootball. Satu hal penting yang gue lihat lagi setelah era SAF dan sangat krusial: positioning, jujur aja, dari jamannya Lord Moyes ampe Mou, gue suka bingung kenapa positioning pemain itu kacrut banget, dan masuknya Bruno emang sangat berpengaruh
bebemania Kalo ga salah di Vietcong sono harga bibitnya sekitar 139-140 ribuan (data 3 tahun lalu), pasarannya padahal 70-80 rebu.