Apalagi orang sekaliber Pak UAS, pasti ada," kata Sekjen MUI Anwar Abbas Orang sekaliber siapa? Yang mengolok-olok simbol agama lain itu dianggap ada nilai kalibernya? :norose:
Kemarin bintang (maaf) film dewasa asal Jepang yang kasih dukungan, sekarang yang ini. Ada apa ya? Kok mereka ramai-ramai memberi dukungan.
"Ustaz selalu bercerita soal kebesaran Allah. Kita adab ke adab lah ya. Islam adalah agama yang sangat menjaga privacy," ungkapnya. Kalau mengolok2 simbol agama lain tidak dijaga ya? :norose:
Rasanya pernah mendengar kalimat yang serupa, tapi si obyek yang dijunjung sebagai pimpinan bukan bernama "Anies Baswedan", melainkan "Prabowo"... rasanya belum lama. :norose:
Bagus. Hukuman bagi penoda agama saya setuju; termasuk orang yang mengolok-olok simbol agama lain, juga kan?
Kalau warganya masih pada berantem sendiri tentang agama & tuhan siapa yang paling benar, rasanya tidak akan maju2.
Bener. Kalau pabrik pada pindah ke tempat lain itu KSPI Jawa Barat apa mau tanggung jawab pada anggotanya? Jika sudah terjadi, demo 365 hari setahun juga tidak akan ada gunanya. :norose:
https://pbs.twimg.com/media/DgiO8ROUEAAZTJp.jpg Di Indonesia padahal pernah ada suatu masa di pernikahan muslim, pengantin wanita mengenakan baju adat Tionghoa, terlepas apa pun sukunya. Hal ini menunjukan sebenarnya betapa erat hubungan antar suku pada saat itu. Kenapa sekarang jadi begini. :nor
"Wisata halal adalah salah satu strategi untuk mendatangkan wisata mancanegara. Kita lihat data di dunia ada 157 juta (wisatawan) yang akan melangsungkan jalan-jalan. Diprediksi membelanjakan uang 315 milliar dollar AS. Artinya itu market yang sangat besar. Negara nonmuslim sudah banyak memb...
Memelintir ucapan sudah terjadi sejak lama. John Lennon pun mengalaminya tahun 1966, ucapannya dipelintir sehingga seolah2 dia membanggakan "Beatles is more popular than Jesus" padahal jika dibaca utuh dari awal hingga akhir, dia sedang mengatakan kegalauan hatinya. Kalimat diambil kelua
Pemerintah harus mengakui adanya perbedaan perlakuan atas dasar suku dan ras yang terjadi di Indonesia, dan langkah2 untuk perbaiki itu. Dari level pemimpinnya. Sehingga hal2 seperti yang dialami Agnes dan ribuan orang lain tidak terjadi lagi. :norose:
Pak, mereka itu seniman, terbiasa berpikir terbuka dan berbicara bebas. Mereka BUKAN birokrat atau staff bawahan Bapak yang bisa sesuka2 Bapak suruh ini-itu. Kalau ada yang tidak berkenan tentu saja akan mereka utarakan langsung tanpa dibungkus kalimat manis. Mungkin Bapak terbiasa meeting di kant
Beresin itu dulu seorang pemuka agama yang mengolok2 simbol agama lain. Baru saya percaya tindakan pemerintah. :norose: