nikmatulsiti319 untuk menghasilkan 1 kilowatt (KW) listrik PLTN dibutuhkan investasi US$ 6.000-10.000 (Rp 85-143 juta). Investasi untuk membangun PLTN berkapasitas 3.000 megawatt (MW) setara dengan investasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara 10.000 MW, atau pembangkit listrik tenaga ga
erdewe riset bidang migas aja, pertagas dan pgn suruh patungan bikin teknologi gasifikasi batubara, ajak juga perusahaan batubara. hasilnya buat LPG, perusahaan batubara tetep untung karena demand untuk batubaranya akan lebih stabil kalo bingung mulai dari mana, hire dan minta asistensi jerman, s...
belum reliable, norway yg ombaknya lebih besar di laut utara aja lebih milih pake tenaga angin, masih harus riset lg karena ombaknya ga stabil kekuatannya, lebih oke kalo pake arus bawah air, tp ya tetep butuh riset dulu
1. nuklir investasi awalnya sangat mahal 2. PLTS dipilih karena nilai investasinya kecil dan cost operasionalnya jg kecil, ini kan yg diincar sama si menteri penurunan beban operasional, jadi penurunan subsidi sejalan dengan penurunan beban operasional yg impactnya tarif TDL ga naik kalo maksain
ini bagus nih bacotnya, ga muluk2, tapi terukur dan mendorong inovasi kayaknya emg harus diperbanyak lulusan itb di kabinet, menkes oke, mendikti otw karena lg bikin roadmap riset yg nyambung ke industri, ini menkeu jg oke kuncinya di mendikti, kalo riset jalan bareng sama industri multiplier effe
kalo bintara ke bawah gampang bgt kena ptdh, sedangkan perwira apalagi pati, mau bunuh orang pun tetap dilindungi organisasi :anjing:
mabdulkarim salah, bom terakhir itu 2018 di sby, aksi terorisme terakhir 2021 zakiah aini jadi makin bagus penindakannya karena boleh nangkap sebelum aksi, pake UU terorisme 2018, itupun disahkan setelah kasus yg di sby itu, karena pelakunya 1 keluarga meleduk di 3 gereja dpr dicaci maki, akhirnya
priakuta bisa jadi inovasi bapak itu bukan cuma benih itu, tp ada benih yg lain atau tanaman lain yg inovasinya dapat support pemerintah sedangkan benih yg bermasalah ini hasil kerja dia sendiri tanpa support pemerintah, sehingga ga keluar otomatif sertifikasinya, harus diujikan dulu berita kayak
betul ini, tapi untuk ini kpk harus punya kewenangan di pidana militer, harus punya hakim dan jaksa dari oditur militer harus ada pejabat eselon 1 dan 2 di kpk yg dari tni
emg cocoknya polri ini dibawah kemendagri, bareskrim sama baintelkam dilebur jadi sekelas fbi khusus menangani kasus2 nasional dan keamanan dalam negeri, selebihnya diturunkan dibawah kendali polda brimob itu mending dilebur sama koter tni jadiin semacam garda nasional yg komandonya dibawah kemenda
juman bulog nimbun ini ga dijual lagi ya? makanya aneh si gendut bilang cadangan tinggi tp fakta di lapangan beras malah langka dan mahal
faktanya ya memang betul nyaris 70% miskin, karena orang kelas menengah di indo pun hidup dari utang ke utang karena gaji banyak yg dibawah umr
masalah sebenarnya adalah, ini menyangkut hajat hidup orang banyak. benih yg dia sebar pada akhirnya akan di panen dan dikonsumsi masyarakat, kalo sampe terjadi kasus di kemudian hari karena benin yg belum tersertifikasi itu, pemerintah lg yg disalahin kok bisa ada pembiaran atau ga ada pengawasan,