ya kita seharusnya juga ngerti posisi dokter kali gan, mereka ada digaris depan, pastinya pingin alat yang terbaik, ini kan dokternya memberikan saran
ya emang gak akan satu negara pun bisa, ni virus penyebaranya cepet sekali, asal tau aja merkea bisa melakukan test 300rb orang dalam 8hari, sedangkan korsel butuh 8minggu(kalau saya gak salah), dan mungkin vaksin akan di ujicoba ke perkerja kesehatan disana di musin gugur. https://techcrunch.com
Lo terlalu ngremehin US, gitu2 mereka udah test 300rb orang dalam seminggu, vaksin udah clinical trial phase 1, sekarang mereka lagi coba convalescent plasma, saya baca banyak perkembangan di US.
mungkin harus diperjelas untuk orang awam(termasuk saya) bahwa ini obat keras harus pake resep dokter, ini juga masih dievaluasi effektifitasnya untuk covid-19,
cuci tangan yang bener, minimal 20 detik dan harus pake sabun, ini ada video penjelasannya https://youtu.be/-LKVUarhtvE
1240273631604809728faris1234 ini update pengunaan Hydrochloroquine + Azithromycin, 100% pasien sembuh dalam 6 hari, yang butuh 12-18 bulan itu vaksinya
Judess renzaki ini ada update pengunaan hydrochloroquine, 100persen pasien sembuh, semoga ada kabar2 baik selanjutnya 1240273631604809728
Yang malah debat rasis, ini vaksin masih lama uji klninisnya, gak penting yang menemukan siapa, ilmuwan seluruh dunia juga kerja sama nyari vaksinya malah yang disini ribut gak penting
gw heran bikin vaksin lama, bikin virus cepet. teknologi dah majua, supercomputer udah segaban gaban, folding@home dah dimana-mana. 6-18 bulan kan taik Uji klinis yang lama ini udah termasuk record menemukan vaksin dalam 42hari