Cinta itu seperti sinar matahari : memberi TANPA mengharap kembali, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari, MEMBERI KEHANGATAN di hati.
Cinta itu rasional. Cinta itu bukan membuat kita semakin bodoh. Tapi, cinta membuat kita mengerti siapa yang harus kita cintai.
Cinta itu nggak memiliki. Semua orang bebas merasakannya, menyimpannya. Tapi, kalau kamu terlalu takut untuk mengakuinya, selamanya kamu bisa terperangkap di dalamnya.
Cinta itu nggak butuh alasan. Jika cinta butuh alasan, ketika alasan itu hilang, cinta juga akan hilang bersamanya.
Cinta itu menyatukan; tak memandang strata, tak memandang tingkat akademik, tak memandang status social.
Cinta itu kemauan untuk menerima orang lain dengan semua kesalahan dan keterbatasannya, dan untuk berterima kasih tanpa batas bahwa orang lain menerimamu dengan semua yang melekat pada dirimu.
Cinta itu harus sesuatu yang harus tetap dijaga, seperti tanaman. Harus dipupuk terus dengan baik. Bukan banyak, tapi jarang. Hal-hal kecil yang rutin kita lakukan untuk menjaga cinta kita yang akan membuatnya bertahan.
Cinta itu hanya ada dua. Satu: cinta yang harus diperangi karena melahirkan perasaan bersalah. Dua: cinta yang hakiki, yang tulus, yang murni, yang membuat kita nyaman bersamanya.
Cinta itu butuh keberanian. Jika kau rasakan, maka peganglah. Peganglah erat-erat, karena ia belum tentu akan kembali lagi. Rasakanlah saja, nak.