Kok bingung, itu kan karena liqo pks, yg menjaring kader dari remaja sekolahan Terus diternak sampe cukup umur untuk memilih saat pemilu, terus ditambah program poligami dan banyak anak mereka, mereka lagi panen sekarang Pdip ga punya kaderisasi dari usia dini dan remaja, cuma elite nya aja yg nga
Bagi mereka ini cara gampang menghasilkan uang, ga punya kompetensi yg bisa dijual, akhirnya jualan sertifikat ga berguna aja
Pembuktian curang TSM nya di Bawaslu, kalo terbukti curang, baru ke MK untuk meminta dibatalkan keputusan KPU tentang penetapan hasil pemilu Segampang itu, dibuat berbelit-belit
Kenapa keterangannya dari kemenag? Emangnya pihak yg lagi ibadah ga bisa ngomong? Atau ga punya hak berpendapat? Yg tahu faktanya adalah orang-orang yg lagi ibadah itu, wartawan tanya mereka aja, ga usah nanya orang kemenag yg ga tau apa-apa Wartawan menghindari fakta yg terjadi