di video penggerebekannya heran gua, tuh bocah mau aja disponge ama laki-laki. padahal tuh bocah bisa dibilang bukan bocah balita, tapi udah SMP atau SMAan. masa gak bisa melawan. memang tolol
ini tuh anak orang kaya yang pengin menunjukan bahwa dia adalah orang kaya lama. masalah ego anak muda dungu, merasa tahu segalanya, padahal dirinya sendiri jauh dari kata battle proven. dia gak tahu 3/4 atau bahkan empat-empatnya yang dia omongin itu melekat pada citra pejabat, dan dia itu cuman a
banyak orang dungu yang pas dibilangin bukannya sadar tapi malah menjadi-jadi, dah mirip simpanse unjuk gigi.
"Kalau kamu bikin laporan, motor kamu ditahan disini juga sampai dibawa kejaksaan, motor baru dilepaskan," kalau gua jadi korban sih, gak apa motor ditahan di polsek juga, dan si polisi gak bakal bisa beralasan lagi buat gabut.
Yang paling utama itu negara, bukan Jokowi atau orang-orangan Jokowi. dengan Yanes Yosua Frans berkata begitu, justru memperlihatkan tindakan permainan kekuasaan, bukan urusan kenegaraan yang berlandas prinsip dan kepentingan rakyat https://dl.kaskus.id/media0.giphy.com/media/v1.Y2lkPTdhOTdkZTAwcjQ
kayaknya dia bukan bayaran, tapi karena terbawa suasana, mengikuti arus dan kebelet ngartis. banyak juga kok orang yang kayak dia, cuman gak ampe bikin video dan nampang kayak dia aja.
penyelenggara donasi berhak mendapat seperdelapan keuntungan. itu menurut islam, tapi indonesia kan bukan negara islam, maka penyelenggara wajib untuk memberikan info kalo dia bakal ngambil seperdelapan. seharusnya biarin aja dia open donasi, kalo ketahuan dia ngembat seperdelapan, baru kasuskan.
benar-benar gak punya perasaan kayaknya nih orang, malah nyuruh tetangganya buat jadi tameng. ngomong-ngomong tentang bantuan, kekayaan dan jabatan dia juga diraih karena bantuan masyarakat.
nangkep kambing itu butuh skill, orang biasa akan sangat sulit menangkapnya, dibutuhkan orang yang mempunyai power.
perasaan dulu pernah ada intel yang ditangkep di pegunungan bawa KTA. mau bilang dia bukan anggota, tapi dia juga bawa senpi.