penyelenggara donasi berhak mendapat seperdelapan keuntungan. itu menurut islam, tapi indonesia kan bukan negara islam, maka penyelenggara wajib untuk memberikan info kalo dia bakal ngambil seperdelapan. seharusnya biarin aja dia open donasi, kalo ketahuan dia ngembat seperdelapan, baru kasuskan.
benar-benar gak punya perasaan kayaknya nih orang, malah nyuruh tetangganya buat jadi tameng. ngomong-ngomong tentang bantuan, kekayaan dan jabatan dia juga diraih karena bantuan masyarakat.
nangkep kambing itu butuh skill, orang biasa akan sangat sulit menangkapnya, dibutuhkan orang yang mempunyai power.
perasaan dulu pernah ada intel yang ditangkep di pegunungan bawa KTA. mau bilang dia bukan anggota, tapi dia juga bawa senpi.
di favela brazil, pengkorin kaki orang itu sudah hal biasa, karena memang pengaruh lingkungan sana yang banyak menormalisasi hal yang begitu,, yang artinya jika banyak anggota DPR yang memberikan statement kayak orang yang gak punya perasaan dan berotak, itu juga dipengaruhi karena lingkungan DPR...
percuma sih debat juga. toh kalopun antum menang lawan si saron gak bakal permintaan antum masuk juga. jangankan debat, hal kecil aja DPR suka pura-pura bodoh demi bisa makan lobster, begitu kena OTT,, pas di pengadilan pura-pura polos dan bloon juga, dan lucunya hakimnya juga pura-pura bloon juga.
Kurang greget. Harusnya dekayi dengan cara mengendap-ngendap terus tusuk bijinya pake sangkur dari belakang. Awareness orang yang lagi in the hoy itu rendah.