di dunia yang ideal pembebasan sandera bisa jadi langkah menuju perdamaian. tapi di dunia nyata, tidak ada logika seperti itu, apalagi kalo berbicara tentang kekuasaan.
https://dl.kaskus.id/media4.giphy.com/media/v1.Y2lkPTdhOTdkZTAwbmpnZGwweTFxMHloZjQza215YzBwbmNnaGV0d3ZoaW5rd3Z3OWk1bCZl cD12MV9naWZzX3NlYXJjaCZjdD1n/TK4edj26vDbtkf0nwg/giphy.gif
"Nama Wahyudin viral setelah video ingin merampok uang negara disebar selingkuhannya ke media sosial" sok asik sih lu mentang-mentang gaji 40 juta
"Itu berita hoaks, saya belum memindahkan, baru menegur Pak Roni karena di sekolahan itu ada masalah kasus yang membuat anak tidak betah di situ," sebut Arlan. ngapain juga walikota ngurus kepala sekolah, secara pribadi pula.
dungu banget kalo dah jadi orang yang memimpin tapi masih bisa salah karena hal sepele kayak begini. dikira memimpin itu main-main doang, dan kalo pun salah tinggal minta maaf. ya kagak begitu Arlan :capedes
pecah dapurnya jadi beberapa, dilakukan oleh vendor yang berbeda pula, mengurangi kelalaian QC, dan juga meningkatkan persaingan (nama baik) antar vendor.
orang mabuk itu justru seringkali jujur, karena otak yang mengatur pemilihan kata-katanya jadi begok dan tidak berfungsi
Mabuk gak bisa dijadikan alasan, justru dengan mabuk bisa dijadikan alat pembenaran. ketika mabuk, bagian otak yang berfungsi menyaring kata-kata tidak aktif, artinya yang ia bicarakan itu memang jujur. baguslah dipecat, setidaknya kalo dah dipecat gak akan dapat uang pensiun.
program bagus padahal MBG ini, cuman masalahnya di penerapan aja yang korup. program di Indo ini kebanyakan tolol karena korup.