kalo kualitas makanan sulit di upgrade karena masalah anggaran, maka imun tubuhnya yang di upgrade. cerdas
pengamatamat jadi gini, komen antum itu menyindir guru seolah-olah guru benar ditugaskan untuk membersihkan ompreng MBG dan guru menolaknya, antum juga berkata "Cuma membagikan ompreng saja mengeluh??", ini adalah bukti kalau antum sendiri dungu. dan ketika gua komen "tugas guru bu...
jika mereka tidak ditangkap, artinya saya juga tidak seharusnya ditangkap. kira-kira begitu lah pembenarannya, menggonggong seolah-olah mereka diperlakukan tidak adil, padahal korban sebenarnya ya rakyat.
propaganda memanfaatkan orang miskin, sudah pasti akan banyak orang miskin yang ikut terlibat demi dapat duit. padahal tidak perlu buzzer, cukup perbaiki saja itu MBG, reputasi baik lahir dari kualitas nyata, bukan dari pencitraan, kepercayaan publik tumbuh dari pengalaman.
gak masalah sih kalo dia bersyukur atas kematian anaknya yang ia anggap sebagai kematian baik, yang terpenting rasa syukur dia tidak menghapus kewajiban hukum atau tanggung jawab pidana pemimpin ponpes. hukum itu bersifat publik. ibarat bangga anaknya mati di medan perang karena bela negara, tapi b
dari tujuan politik juga udah beda, India ingin konektivitas antar megapolitan, sedangkan Indonesia dilakukan demi pencitraan. misal dibandingkan pun, Indonesia sama-sama nyungsep,, jadi jangan merasa bangga.
harusnya bukan pada era pemerintahan jokowi aja, tapi pada era presiden jokowi dan saya sebagai mentri
https://dl.kaskus.id/media2.giphy.com/media/v1.Y2lkPTdhOTdkZTAwY2picHJnb2RlMjZkbHJ2d3Z1cDg3MDNydXl0eWl6NHZ5cXI5OTBwNiZl cD12MV9naWZzX3NlYXJjaCZjdD1n/ZkPACZipmbsRDQQL9L/giphy.gif