bocil dulu sering kena bogem orang tuanya, begitu tuh bocil dah gede, akhirnya mereka "bijak" dan tidak mau mewarisi jadi tukang bogem sama kayak orang tuanya yang dulu, ironisnya bijaknya mereka tidak diimbangi dengan otak, yang pada akhirnya mereka cuman bisa membela buta.
SP4DE kuncinya ada di orang tua. dulu juga anak kalo di tampar ada juga yang bilang ke orang tuanya, bedanya pas dia lapor ke ortu yang ada malah kena tambah, kalo sekarang anak lapor ke orang tua, orang tuanya malah manut-manut sama anak. jadi masalah di kasus ini itu orang tuanya.
dah tahu salah tapi masih ajimumpung, begitu ketahuan dan viral malah tolol sendiri. “Namanya orang perempuan, takut, apalagi diviralkan. Tapi niat kami ke sini ikhlas, minta maaf pada Pak Zuhdi,” ikhlas tuh kalo ente memberi, kalo minta maaf itu bukan ikhlas tapi memang kewajiban. alasan ses...
Pelaku jomblo ngenes, beli makan lama datangnya, si ojol nganter makanan sambil bonceng pacarnya (tidak professional), pelaku yang melihat itu makin emosi. Tidak dipungkiri pelaku jomblo impoten bodoh, tapi si ojol juga sama bodohnya (kerja sambil bawa pacar). Si cewek juga salah, dia malah ikut-
Harusnya bikin robot khusus administrasi saja, tes sim juga harusnya cukup pasang kamera + sensor aja dan penilaian real time langsung masuk ke "akun KTP", memungkinkan gak ada kong kalikong.
Penilaian tidak objektif, hanya menggunakan emosi, khas orang idiot. bagi orang luar, beginilah potret orang Indonesia. boleh idiot asal "sopan" sok asik, masuk penjara dan berlaku sopan maka hukuman didiskon. sering ngadain rapat walau gak berguna mengarah tindakan korupsi, dan asal
Yahudi meludahi Kristen itu bukan sesuatu yang luar biasa, entah kenapa Islam menganggapnya hal yang luar biasa.
Gak ada yang salah dengan punya bunker. Konyolnya ada yang bilang "merakyat"=gak boleh punya bunker. Kalau mengikuti jalan pikiran mereka yang bilang kayak gitu, artinya rakyat gak boleh masuk bunker kalo ada perang nuklir. Dungu