keren sih. ngetik pake hp tuh membutuhkan waktu lebih lama dan gak bisa buka jurnal, olah data (multitasking) daripada mengetik di komputer yang artinya dibutuhkan niat dan ketekunan yang lebih juga, apalagi ditambah koneksi internet yang gak stabil atau hp kentang.
jadi cara pembagian duit hasil lmk ke musisi gimana? apa dibagi rata ke semua musisi seluruh indonesia tanpa tahu lagu apa yang diputar?
bukan cuman salah sasaran, tapi logikanya juga rusak. misalpun yang meninggal adalah Tuari, Sukatmini tetap bisa melapor.
ada kabar kalo kobran yang di ntt katanya geh walaupun bisa jadi sebenarnya itu cuman alibi dan itu juga tidak membenarkan tersangka.
harusnya yang bisa merugikan bandar kayak begini disosialisasikan di masyarakat dan ajarkan mereka tata cara bikin rugi bandar. hitung-hitung mengurangi uang lari ke kamboja. mereka tuh sebenernya pahlawan
"Negara lain kayak Malaysia, Singapura, Amerika, bahkan Korea aja masih di bawah kita." 1 persen amerika itu setara ratusan persen indonesia. lagi pula pertumbuhan negara maju dengan negara ketiga itu berbeda
"jadi begini, kalo antum berbuat dosa, yang ditangkap itu antum bukan setan." begitulah kira-kira logika orang bahlul
padahal tuh anak merupakan hasil sperma dia sendiri. lebih rendah dari bonobo, seguwoblok-guwobloknya bonobo, gak bakal bunuh anak sendiri.
dibikin ilusi kelangkaan, padahal bandwidth bukan komoditas fisik yang benar-benar langka,, katakanlah jika bandwidth adalah produk dari infrastruktur, maka kebijakan ini adalah kebijakan sementara. tapi apa akan seperti itu? saya pikir daripada menambah infrastruktur, lebih baik tidak menambah i...
jika opm tidak mau bekerja sama dengan indonesia, maka indonesia yang bekerja sama dengan opm, toh tujuannya sama-sama bekerja sama cerdas
setahu saya maju itu juga ada yang kebelakang, dan gak cuman tindakan pahlawan yang cuman memberi pengaruh, kejahatan perang pun berpengaruh. gak bisa cuman fokus pada pencapaian baik doang, pencapaian buruk juga harus jadi fokus,, malahan harus jadi fokus utama, karena keburukan memberikan pelajar