https://dl.kaskus.id/media1.giphy.com/media/v1.Y2lkPTdhOTdkZTAwOXk3bXdkbzMzamc3NWZ3YWozZzd5cnl5YjN6bHEzb3lmb25zOTR3MCZl cD12MV9naWZzX3NlYXJjaCZjdD1n/SSibqjE8wGrWNYPXpH/giphy.gif
tanah tidak ada yang memiliki, intinya tanah harus digunakan secara produktif. lalu bagaimana jika wakil rakyat tidak produktif? secara jabatan itu bukan hak milik, tapi amanat rakyat itu sendiri, harusnya kan mandat itu secara moral sudah gugur.
keren sih. ngetik pake hp tuh membutuhkan waktu lebih lama dan gak bisa buka jurnal, olah data (multitasking) daripada mengetik di komputer yang artinya dibutuhkan niat dan ketekunan yang lebih juga, apalagi ditambah koneksi internet yang gak stabil atau hp kentang.
jadi cara pembagian duit hasil lmk ke musisi gimana? apa dibagi rata ke semua musisi seluruh indonesia tanpa tahu lagu apa yang diputar?
bukan cuman salah sasaran, tapi logikanya juga rusak. misalpun yang meninggal adalah Tuari, Sukatmini tetap bisa melapor.
ada kabar kalo kobran yang di ntt katanya geh walaupun bisa jadi sebenarnya itu cuman alibi dan itu juga tidak membenarkan tersangka.
harusnya yang bisa merugikan bandar kayak begini disosialisasikan di masyarakat dan ajarkan mereka tata cara bikin rugi bandar. hitung-hitung mengurangi uang lari ke kamboja. mereka tuh sebenernya pahlawan
"Negara lain kayak Malaysia, Singapura, Amerika, bahkan Korea aja masih di bawah kita." 1 persen amerika itu setara ratusan persen indonesia. lagi pula pertumbuhan negara maju dengan negara ketiga itu berbeda
"jadi begini, kalo antum berbuat dosa, yang ditangkap itu antum bukan setan." begitulah kira-kira logika orang bahlul