Dan yang paling besar mempengaruhi keruntuhan Majapahit adalah, banyaknya kasus korupsi pejabat, Mentri, baik pada saat pendirian candi Hambalang maupun mega korupsi Bank century, pada saat keturunan Majapahit memerintah...:hansip
Awas kena fentung baginda Rizieq dan Tifatul kau novel, selera mereka kau demo pula...:wakaka...:wakaka
Apapun yang anda posting tentang SBY, rakyat negara ini sudah memandang rendah kepada keluarga keturunan raja Majapahit itu...jadi lebih baik anda cari makan di bidang lain..itupun kalo anda punya keahlian
Logika proyek mangkrak = kalo nggak pemborongnya lari, yg punya proyek kebanyakan korupsi..kalo sumber survei bisa dibuat2, dibeli, apalagi banyak duit hasil korupsinya...
Maklum saat itu rakyat gak bisa ngomong apa- apa lagi, akibat presidennya cuma punya keahlian bernyanyi dan buat album, dan para pejabatnya sibuk ngitungi uang hasil korupsi untuk setoran kepada penguasa.
Lebih baik daripada Rp.108 M untuk pelatihan anggota FPI untuk demo anarkis...dampaknya sangat merusak...keberagaman agama, sosial dan budaya NKRI.
Masih banyak yg lebih baik dari Rijal Ramli..jadi buat sementara berandai- andai jadi presiden merupakan solusi yang lebih baik...
Terpilih sebagai Presiden itu susah...saya yakin sampai generasi ke 100 pun keturunan Faizal Asegaf belum tentu jadi Presiden...
Sia-sia punya gubernur dan wakil gubernur yang terlalu bodoh mengelola anggaran...punya TGGUP banyak2 juga, nggak ada fungsinya. Jadi wajar kalo Jokowi pecat ni gubernur unfaedah...
Selamatkan kepentingan bangsa masing2...adalah salah satu sifat nasionalisme...jangan tiru kadrun yg pengen kearab-araban tapi kelakuan bejad...
Jika harga sawit turun, sawitnya gak usah diberi pupuk, biar harga pupuk juga turun..kalo kebijakan ekspor, impor CPO sudah merupakan keputusan terbaik pemerintah..
Kalo sudah menuntut gaji dinaikkan, jangan lagi menuntut harga barang turun, itu sama saja pemikiran orang bodoh...
Pantes banggain jis melulu, rupanya formula e-nya kacau balau, bangsad kau Yaman...:ngamuk...:ngamuk...:ngamuk
Pantas dipecat dari komut, pemahamannya tentang hukum terlalu cetek..gimana bisa mengendalikan BUMN yg begitu besar dan banyak delik hukumannya..perlu di kaji ulang pejabat2 negara ini, jangan sampai terulang kisah si said, Anies dan si refly yg tak tau kerja....
Sholat aja dibanding-bandingkan, ni pakar apa provokator...dibilang sumbu pendek nggak terima..padahal kalo dipikir2 memang demikianlah kenyataannya...jadi jelas ni orang memendam kesumat sama Jokowi..sekalian menjilat sama konco pecatan...