Sebulan....setahun...klo dr ppn naik 1 % ya tambahan pengeluarannya 1 % kaliin aja sebulan atau setahun (tp ini pun kasar ga semua kebutuhan yg dibeli kena ppn jg)
Gw kira beda konteks masalahnya Klo zaman dulu kelangkaan terjadi karena faktor perang, keterbatasan kapasitas dan kemampuan produksi, atau hal2 yg memang tidak sepenuhnya berada di kendali dalam negeri.... Klo sekarang? Tekait minyak goreng misalnya apakah karena hal2 yg benar2 di luar kendali d...
Skalipun bacanya diem2 pelan2....ganggu gan Yg ga ganggu itu yg sifatnya insidental, singkat, bisa disela sewaktu2 karena memang tidak diniatkan dari awal....
Sama kek akuntan klo dipecat iai ya udah ga punya sertifikasi akuntan ga bs jd akuntan publik Sama jg klo wartawan disemprit dewan pers,skalipun ga dipecat perusahaan media, tamat karir wartawannya
stephen69 black.robo ya klo orangnya nikah beda agama justru konteksnya agama bukan dijadikan pertimbangan / pilar utamanya Justru malah maksain klo kemudian ada bahasan bawa agama jadi kapalnya
Memakai pola pikir komen di atas....misal cuan mepet karena bla bla plat merah...kok yg impor bisa? Apakah klo ma yg impor ga bla bla gt ma plat merah? Atau memang proses bisnisnya bikin produksi dan distribusinya jadi lbih murah dr yg lokal? Wkkk
Problemnya kata2 "menasehati" ini gan... Apakah kita yakin hal yg dinasehatkan memang kebenaran? Atau opini/penafsiran yg menurut kita benar? Jadinya menasehati atau mendoktrinasi? Wekeke
Ya ikut yg mana aja gpp.....ngikut agama yg lain lagi dr kedua orang tuanya jg gpp Justru klo anaknya dipaksa ngikut agama orang tua apa ga lebih egois lagi?