filipina cerdas juga ya, bertindak sebagai calon pembeli yang cerdas, celakanya pihak produsen saat nawarin barang yg masih kategori baru dan ditest drive,,,ehhh jatuh 2 kali... wajar saja jika mereka takut menginventasikan uang yg jumlahnya pas2an dengan adanya resiko yang besar... mungkin kalo di
aneka ragam sikap/budaya untuk menghormati pimpinan atau orang yg lebih tua: Jawa/ Budaya Timur : Sungkem, cium tangan Jepang : Menundukkan badan Arab/ Timteng : Berciuman pipi Barat : Bersalaman dan bisa disertai berpelukan... kabar lonton
tango sudah terlalu tua, kegedean, ntar tambah sulit bermanuver di lautan dangkal, karena subs terkadang digunakan untuk operasi penyusupan dan pendaratan ampibi juga... mending yg dua kita minta SSN, supaya kita bisa sekalian berlatih mengoperasikan lontong nuke...
mungkin mereka baru sadar dan sebenarnya mereka juga merasa berat dan gengsi untuk mengakuinya, maklum...mereka kan masih merasa sebagai bos. bila kita selalu lihat ke belakang, pasti sulit untuk menerima itu... keinginan minta maaf harus diterima secara ikhlas selama mereka juga ikhlas meminta maa
KSB: Kelompok Sipil Bersenjata? Kenapa begitu berat memberi cap "TERORIS"??? padahal perilakunya benar2 telah meneror masyarakat! Menimbulkan ketidak amanan dan kekacauan! Sebenarnya ini negara berdaulat atau gak sih? Papua milik Indonesia, mau dibikin hitam atau putih jelas hak kita be...
belajar dari sejarah, selama belum ada barangnya, bukan nggak mungkin sprite bisa nyalip di tikungan akhir makanya masih degdegan sprite benar-benar 'out of picture' atau nggak :ngakak Kalo sprite jadi diambil kan bagus, itung2 nambah koleksi museum.... :o
Kata metromini rhan 122 bisa nyampe 100km... Ga mabok tuh? jawabannya: bisa... tergantung platform peluncurnya... kalo dibawa KCR sejauh 85km...tinggal nambah 15 km... sampai tu jarak 100km
cakepan desain yg buat filipina ya...cuma hekopternya kgk ada kandangnya ya... namanya juga karena permintaan dan strategi dagang... biar yg lain pada tertarik, untuk kita pakai yg apa adanya saja, baru kalo ada perang atau pas diperlukan kap bisa diapgred, lagian pabrik sdh di dlm negeri... btw,
sudah pernah baca kasus sama, di pontianak juga... periode 2000 awal, dulu peluru shot gun jadi sebenarnya kasus penyelundupan biasa, ga ada sangkut pautnya dengan politik, pertanyaannya, buat apa peluru2 itu? apakah banyak orang pontianak yg berprofesi sbg pemburu tradisional mengganti sumpit deng
Sejarah yang selalu terulang, bukannya kita tidak mau belajar sejarah, tetapi seolah-olah ada sebuah lakon yang selalu berulang-ulang di negara ini, Sriwijaya negara kesatuan RI hancur karena rebutan kekuasaan antara anak-anak raja, Majapahit: negara kesatuan kedua, perang saudara (perang paregrek)
lumayanlah, penguasaan teknologi mercon sreng yang punya daya jangkau 20-30 km untuk negara muda yang baru merdeka seperti Endonesia raya merdeka-merdeka.... :iloveindonesias :malus
pesawat militer jelas menang bila dibandingkan dpn pesawat komersial, apalagi pesawat militer yg multirole... ;)
Mungkin nih balon berfungsi sbgai pengumpul inteljen dluar wilayah udara musuh ato di luncurkan diatas wilayah yg sudah dikuasai US (tingkat ancaman kurang) seperti iraq, afgan, atau daerah yg air def. Sudah dilumpuhkan, mungkin.. termasuk bisa mengumpulkan informasi di atas wilayah NKRI... btw, it
100 knot? deepcharges ga mampu cegat, SUT kesulitan, mortir apalagi... paling mudah lempar pukat harimau... nggubet di baling2 bisa ngepot-ngepot tuw lontong....
aje gile.... 1500 roket/hari ........ :matabelo .. .. kenceng juga " industri rumah tangganya " ....... dan pabrikan besar di negeri ini masih ga selesai2 berkutat bikin propelan dan casingnya...
sapa tau nanti, di suatu masa, gantian Inggris, US, Korea, Rusia minta ToT ke kita, ToT buat keris misalnya.... :malus
loh...denger2 ada usulan ibukota mau pindah luar jawa, kenapa repot2 bikin skema pertahanan di jakarta? kalau memang mau dibuat sistem pertahanan, hendaknya buat yg ramah lingkungan, tidak merusak tata kota, tidak meningkatkan dampak polusi, tdk memperparah kemacetan, dan sekaligus bisa multirole m