gatra 5 HATI ARYA GADING tiba-tiba menjadi takut. Takut sekali. Ia sudah tidak dapat berbuat apa –apa lagi. Lubang satu –satunya lorong itu telah tersumbat oleh reruntuhan batu yang berguguran. Sekian lamanya Arya Gading merenung, meratapi nasib. Justru pada saat itu lah tiba –tiba tekadnya...
gatra 4 ARYA GADING MASIH terpaku di lorong goa itu. Pandangannya menyapu sekeliling dalam goa itu. Banyak sekali cabang – cabang dari ruangan goa itu. Di cobanya untuk menyusuri lorong –lorong itu dan ia pun tidak berhasil menemukan jalan keluar. Berkali –kali dicobanya melewati lorong yan...
gatra 3 KETIKA ITU di langit bertaburan jutaan bintang yang berkedip-kedip dengan cemerlangnya. Angin pegunungan yang silir, perlahan-lahan mengusap tubuh mereka yang tengah duduk melingkar di halaman. Ketiga orang itu Arya Gading, Ki Pameling dan seorang lelaki tua yang bernama Ki Suba Seta. Di ...
gatra 2 SEMENTARA ITU, matahari tetap beredar dalam garis perjalanannya. Angin pegunungan yang sejuk bertiup semakin sore semakin kencang, menggoyang pepohonan dan merontokkan daun-daun kuning yang telah tidak dapat berpegangan lebih erat lagi. Pada saat itu, ketika Ratri Hening sedang duduk bert...
update terbaru disini hanya beberapa paragraph agar yang seri pertama episode " AKSARA DI ATAS BATU " tidak terlalu sedikit
gatra 1 KARENA ITU, mereka yang menyaksikan jadi terperanjat. Serentak mereka berlarian ke tepi jurang itu untuk melihat Arya Gading tergulung ke bawah, dan sebentar kemudian hilang ditelan semak-semak dan batang-batang ilalang yang tumbuh di tepi-tepi jurang itu. Arya Gading sendiri merasa, seol...
gatra 51 ARYA GADING telah berlari cukup lama. Keringatnya menetes seperti diperas keluar dari pori –pori tubuhnya. Sebentar kemudian pemuda itu menghentikan larinya. Bayangan Bagus Abangan telah lenyap tidak berbekas. Pandangan Arya Gading nanar menyapu keadaan di sekitarnya. Pohon – pohon m...
gatra 50 NAMUN DI BELAKANG padepokan itu pun tak ditemuinya Bagus Abangan. Sesaat Arya Gading termangu di tempat itu. Tiba –tiba seseorang menjengukkan kepalanya dari balik pohon tanjung sambil cengar - cengir, dengan serta-merta Arya Gading bertanya, “Doran, kemanakah Bagus Abangan?” “Ke...
gatra 49 DI DALAM SALAH satu bilik di padepokan Pasanggaran, Mahesa Branjangan masih terbaring lemah. Nafasnya masih terlihat tersengal –sengal. Namun, darah yang mengucur dari luka di punggungnya sudah tidak mengeluarkan darah lagi. Ki Ageng Pandan Arum Kemudian dengan sangat hati-hati ia meng...
gatra 48 KETIKA MEREKA SAMPAI, dan ketika mereka melihat orang yang terbaring diam dengan darah yang memerahi tubuhnya, ternyatabahwa orang itu Mahesa Branjangan. Tubuhnya telah menjadi sangat lemah, karena darah yang banyak sekali mengalir dari lukanya, bahkan beberapa orang telah menyangkanya m...
gatra 47 DI UJUNG SELATAN padukuhan Cangkringan, suasana sudah sunyi. Hanya beberapa kali terlihat beberapa orang –orang mondar –mandir membawa tubuh orang –orang yang terluka maupun terbunuh. Sesekali bau anyir darah masih santer tercium terbawa angin. Di kejauhan lolongan asu ajag sesekal...
stealth.mode cari yang ambil nasi sendiri. Di jogja banyak padang2 yang free nasi. Ya meski nasinya keras🤣
betul bro, btw gw orang jogja juga. Sekali makan disini karena efek penasaran resto selalu penuh. Duta Minang di babarsari makan berdua 60rb pake rendang+minum.cuma harga segitu sebanding sama rasanya sih. Rasanya emang enak..
gatra 46 DALAM PADA ITU, perkelahian di dalam ruangan itu pun menjadi semakin sengit. Lawan-lawan yang tidak terduga ternyata telah dijumpai oleh gerombolan penyerang itu. Yang kemudian menjadi paling parah adalah sekelompok orang yang bertempur melawan Kuda Merta. Sejenak kemudian maka seorang d...