gatra 45 SEEKOR KUDA berderap dengan kencangnya di atas tanah berbatu-batu. Semakin lama semakin laju. Sekali-sekali penunggangnya nengadahkan wajahnya, melihat langit yang menjadi semakin suram. Dan setiap kali tangannya menggerakkan kendali, supaya kudanya terbang lebih cepat lagi. Sejenak kemu...
gatra 44 BOLA MATA Haryo Puguhan bergerak ke arah Ki Wilamerta yang tengah membersihkan lantai pendapa. setelah terlebih dahulu menyapu wajah kakak tirinya dengan garang. "Ki Wilamerta turunlah kesini bersujudlah di kaki ku karena telah melukai orang kepercayaan ku!" suara Haryo Puguhan...
wes gan, utang sementara lunas njih. langsung 2 part. ta belani bar subuh langsung post lho iki:shakehand2
gatra 43 LANGIT BERSIH ketika matahari mulai turun ke balik cakrawala. Satu-satu bintang mulai nampak memancar. Namun senja belum juga menjadi gelap. Suasana senja yang tenang itu. Di pecahkan oleh suara berisik suara benda –benda yang seperti di lemparkan dari dalam sebuah rumah yang terlihat...
Sabar mas, ketiduran lagi. Ada sih ready tinggal pos 2 gatra. Tapi kok yo ngantuk yooo😁😁 Sepurane mas
Cek update di page one ya kisanak. Di index udah sampai 41...42 tar malem klo enggak ngantuk.... Gas sampai episode Pucang Kembar selesai
gatra 42 KEDUA PENUNGGANG KUDA itu menghentikan kuda di hadapan seorang laki-laki tua berbadan kurus dan terlihat lemah tengah mencabuti rumput halaman sebuah rumah yang cukup lega. Karena memiliki pendopo yang cukup luas. Lelaki tua itu membelakangi para penunggang kuda itu. Seolah –olah tidak...
gatra 41 DI KEJAUHAN sepasang mata menyala merah dari balik topeng berbentuk tengkorak tampak memperhatikan jalannya pertempuran dari balik rimbunnya dedaunan. Orang dengan memakai jubah hitam itu menggigit bibirnya. Ia melihat perubahan itu. Dan hatinya menjadi berdebar-debar pula karenanya. Wa...
gatra 40 DARAH YANG TELAH membasahi bumi Pucang Kembar bagaikan membuat jantung para Pengawal Kademangan bagaikan membara. Kawan-kawan mereka bermain dan berkelakar di gardu-gardu peronda harus terbaring diam dengan luka yang menganga di dadanya. Semakin malam, maka pertempuran pun menjadi semak...
gatra 39 SEMENTARA ITU, di seluruh medan, pertempuran masih berlangsung dengan sengitnya. Namun para pengawal dan orang - orang dari Pucang Kembar secara bahu – membahu dan gigih terus bertempur. Gerombolan Kelabang Ijo semakin lama menjadi semakin menyusut. Meski di beberapa titik terlihat Ala...
gatra 38 JAGABAYA itu tidak lagi mau membuang waktu. Maka segera diperintahkan seorang untuk menyiapkan kuda-kuda mereka. Berbareng dengan itu Kiai Sosro Bahupun telah memerintahkan orangnya untuk mempersiapkan kuda-kuda mereka pula. Pada saat orang-orang itu menyiapkan kuda di halaman, muncullah...
gatra 37 “MUDAH-MUDAHAN jalan –jalan ini menyenangkan Kakang,” kata Miranti sambil meloncat ke atas punggung kudanya. Gadis itu telah mengganti pakaiannya dengan baju yang lebih ringkas menyerupai baju lelaki. Kemudian tanpa menunggu Sukmo Aji, ia telah memacu kudanya. Tanpa sengaja Sukmo A...