Logikanya ya Islam dipisah sesuai denominasi; ada Sunni dan Syiah (Ahmadiyah nanti dulu :o) seperti Kristen di catatan Indon kan dipisah antara yang Protestan dan yang Katholik. Tapi NU dan Muhammadiyah ini padahal keduanya masih Islam Sunni mazhab Shafi'i saja banyak ributnya, apalagi kalau ada w
Banyak dari mereka itu dicabut kewarga-negaraan Indonesianya secara sepihak selepas 1965, mereka harus mengemis ke negara tempat mereka belajar untuk kewarganegaraan supaya bisa dapat paspor. Bayangkan saja, bertemu anggota keluarga mereka sendiri di zaman itu mereka harus ke negara ketiga macam I
Gua dulu di Warsawa pernah bertemu dua orang korban ini, yang satu bapak Frederik asalnya Tondano dan yang satu lagi pak Suwiryo, asalnya Mojokerto. Mereka lepas 1965 jadi stateless dan terpaksa mengambil kewarganegaraan Polandia setelah beberapa tahun karena kalau tidak, tidak bisa ke mana-mana.
Padahal Sumatra Barat di pesisir itu dulu juga ada yang Syiah Itu di Pariaman sampai sekarang masih ada tradisi tabuik (tabut) yang merupakan peninggalan pedagang dan serdadu India Muslim yang datang ketika di abad ke-19 dan menikah lalu menyebarkan Syiah di sana. Tabut itu kan prosesi mengenang
Jemaat adik bungsu ini yang orang Eropa juga begini :ngakaks, teman2 gua yang orang Albania dan Bosnia Muslim itu clubbing ayo, friends with benefit lessgoo,ke masjid hanya 2 kali setahun, Kurban Bayram (Idul Adha) dan Ramazan Bayram (Idul Fitri). Tapi :babi: ? Haram brat, ne mogu u Islamu :( Onc...
Mana sanggup BPOM mengikuti standar kwaliteit EU juga sih, di sana mereka mengurusi saja masih ada yang "lolos" karena corporate interest (terutama di Bulgaria/Rumania), apalagi di negara berkembang dunia ketiga macam Indon yang rawan sogokan dan integritas institusinya lebih remang-rem...
Jemaat Indon (dan Asia Tenggara/Selatan pada umumnya) kan kebanyakan memang norak, ke tempat ziarah itu yang dipentingkan bisa pamer bisa ke tempat suci agama, bukan berdoanya. Bisa jadi konten media sosial yang penting. Di Instagram juga gua lihat pesohor2 Pakistan, Malaysia, India Muslim, dll j...
Bahasa jurnalisme untuk reportase memang harus begitu :hammer:, selama belum ada rilis resmi dari pejabat maka harus ada "diduga, terduga, diklaim, kelihatannya", kalau di bahasa Inggris "allegedly, suspected, claimed, reportedly, etc" karena wartawan reportase tidak boleh men...
Bila bisa menarik sokongan daripada kedoea etnisch ini, ijaitoe etnisch Javaans dan etnisch Soenda, maka ini adala' satoe combinatie jang sangat besar memiliki kans oentoek memenangkan verkiezing atawa pemilihan di depan, dikarenakan kedoea-doea etnischgroep ini ditotal adala sekitar ' 66% atawa ...
Jonan dibuang karena berani melawan proyek kereta cepat sokongan pengusaha2 termasuk Perdana Menteri Indonesia yang (betul saja) dianggap banyak ruginya dan tidak harus segera dibuat, dibandingkan revitalisasi rel di Sulawesi dan Sumatera :travel Bahkan sampai dikatai kadrun :ngakaks:
Ada tiga "cara" pendidikan bahasa daerah di luar negeri yang gua sendiri pernah pelajari dan untuk kasus dua dan tiga, gua pernah tinggal di negara2 itu serta belajar tentang prosesnya Mungkin bisa dikaji untung-ruginya Kasus I: India Paling komprehensif dalam pendidikan bahasa daerah
legor nah kalau begitu kan jelas, kalau soal penetapan harga sama semua sih gua tidak setuju, karena walau jualannya sama, mungkin ada yang secara kwaliteit bahan/bumbu dan porsinya berbeda juga :D.
Tetap uang lah itu, kecuali kalau dipampang "harga terpaksa naik sementara karena lebaran" di depannya ya baru betul, dari segi hukum jelas si Sigit ini benar sebagai konsumen. Tapi efeknya karena "curhat" ini bagi calon pemilih ya :travel