politisi jauhi agama: tunggu kehancuran politisi dekati agama: tunggu kehancuran yang dibalut agama apa bedanya?
ini sih gowa vs bone. kayak balik lagi ke masa hasanuddin vs arung palakka. di mana arung palakka bonceng voc & sekarang situasinya terbalik.
yang salah siapa? yang buat aturan. coba pakai sistem norma, langsung potong saat transaksi. selesai, nggak usah ada laporan pajak.
yang ada di kpu itu cuma fotokopian aja. nggak penting. arsipnya juga sudah nggak perlu lagi karena ybs sudah nggak menjabat.
nikah sah menurut negara beda dengan sah menurut agama. jangan dicampuradukan. sah secara negara itu fungsinya memberi kepastian hukum, terutama perlindungan untuk perempuan & anak yang dihasilkan di pernikahan. bahkan untuk yang menikah seagama pun, mau taat/nggak terhadap aturan agama itu urusa...
potensi kerugian aja harus jadi duit. sama dengan shot on target 10, tapi nggak ada yang jadi gol, terus dianggap korupsi tuh striker.
pernah diatur nggak asupan protein yang harus diberikan berapa gram? kalau nggak diatur, artinya cuma proyek bagi2 makan gratis dengan gizi nggak jelas. buat apa pakai ahli gizi? asal nggak keracunan sudah cukup. daging sapi? itu daging yang harganya 2x lipat ayam. ikan pun kalau dihitung fillet ...
tipu2 lah... energi yang diperlukan untuk produksi bbm alternatif ini >> hasilnya. di kita lebih baik intensifkan pengumpulan minyak jelantah.
tagihan ke pemerintah pusat/daerah atau bumn itu kalau nggak ulang tahun, nggak afdhol. ini yang buat ekonomi biaya tinggi karena bunga jadi diperhitungkan di nilai kontrak. pejabat2nya juga nakal dengan tahan selama mungkin itu duit, simpan dulu di deposito, lumayan dapat cuan. tanda terima pals...
ditolak karena nggak ada dokter ahlinya kalau jam segitu. harusnya langsung dirujuk ke RS yang jadi tempat pendidikan dokter, pasti ada dokter ahli jaga yang bimbing ko-as.