pendidikan bermutu urusan pemda, makan gratis itu program pusat. ini tanda pendidikannya gagal beri pemahaman ke peserta didik.
hidup nggak selamanya, jadi kerjakan apa yang benar atau tunggu harus bayar atas kesalahan atau kejahatan tersebut.
maksudnya pabrik obat tentara yang ada di sekitar pasar kosambi bdg? itu belum sampai levelnya ke pabrik obat swasta yang bagus.
yang buat gara2 itu ahli IT yang kayaknya baru sentuh komputer saat masuk kuliah awal 90an. dia nggak tau bahwa di 1984-85 kalau di jawa komputer sudah di mana2. apalagi kampus macam UGM.
nggak apa2, kalau penerima bansos punya anak lagi, maka biaya hidupnya akan ditanggung yang keluarkan fatwa sampai lulus kuliah. biar nggak sembarangan njeplak, karena omong gratis, dikerjakan jadi mahal...
banyak mengeluh jadi orang... harga kedelai impor dari amrik bakal terjun bebas karena nggak bisa masuk ke tiongkok, pasti dijual murah ke negara2 lain. jadi walau kursnya nggak bagus, tetap terkompensasi. asal nggak pakai sistem kuota. tahu sumedang aja hasilnya lebih bagus pakai kedelai impor k...
dimulai dengan revisi sejarah dia nggak pernah dipecat, tapi meminta pensiun dini... bisa? wkwkwkwk sejarah itu kalau direvisi jadinya malah buat orang tambah bertanya2, jadi lebih kritis. lupakan aja lah dari pada di masa depan dia bakal dipermalukan.
suram kalau orang macam cewek ini jadi 'pemimpin masa depan'. wong kata agnezmo: nggak ada logika... cuma pintar omong doang. utamakan fakta, bukan perasaan.
saya kenal orang ini... dia mah sudah kaya hasil jadi konsultan pemenangan maupun survey pilkada & pilpres.
mentan kerjanya apa? lagu nasional kita itu 'rayuan pulau kelapa', tapi nggak ada cukup kelapa berarti yang salah ya mentan.
kegiatan begini di koramil aja cukup, 3-4 hari, pasti kapok. biar babinsa ada temannya juga. terapkan di seluruh negeri ini. zaman saya SMA biasanya yang nakal dititip ke mako CPM.
ditunjukkan terbuka buat apa? memang mereka bisa menilai keaslian? yang bisa menilai cuma dari pihak UGM & kalau sudah disampaikan asli, sudah nggak bisa dilawan lagi. lagi aneh kasus begini kok perdata pakai mediasi segala?
ini sama kayak buruh yang kerja baru 3 hari, ngaku 4 hari biar dibayar lebih banyak... untung aja dulu nggak langsung menang, kalau langsung menang sih kayaknya sudah bubar negara ini dari dulu... sekarang aja sudah mau karam.
nggak ada rasa takut karena nggak bisa bedakan fantasi dengan realita? itu namanya gangguan kejiwaan...