situasi bakal lebih chaos karena polisi sudah kehilangan wibawa untuk amankan situasi. gara2 1 orang cari selamat, 1 institusi rusak semua. problemnya, yang diajak ribut itu ojol, yang punya massa lebih dari 4 juta orang.
nggak ada urusan sama atasan. yang nyupir manusia, punya hati nurani. itu orang sudah ketabrak, malah digilas.
cara meredakannya cuma 1: sore ini sidang etik langsung PTDH untuk yang nyupir, lalu ditetapkan tersangka pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. jelas bakal hukuman mati karena status dia polisi yang hukumannya harus diperberat jika melanggar hukum.
kenakan pasal pembunuhan berencana karena ada jeda antara tertabrak dengan tergilas. kalau dia waras, begitu tertabrak langsung berhenti & siap terima konsekuensi. karena dia terus maju & menggilas, korban jadi tewas. itu direncanakan sebagai bagian dari kabur, mau selamatkan diri dari amuk
betul, korupsi bukan kejahatan kemanusiaan, tapi pengkhianatan terhadap negara. jadi layak dihukum mati sebagai pengkhianat.
kerja terus tanpa libur? wong kerjanya liburan, jadi ngapain masih perlu libur? kecuali liburannya itu kerja, jadi perbanyak libur. masalahnya, kalau kerja itu malah buat kacau, jadi lebih baik tetap kerja liburan aja.
turut berduka cita. kekuasaan polisi terlalu besar & cakupan bidang kerjanya terlalu banyak. brimob harusnya itu di bawah gubernur sebagai garda provinsi. polisi yang ada sekarang cukup urusi masalah reskrim aja. lantas dipegang kemenhub, harkam oleh mendagri, airud dipegang bakamla & koopsu
zona tawuran abadi, merasa ada musuh bersama jadi yang tadinya tawuran antar mereka jadi bisa bersatu untuk buat rusuh.
50 juta x 60 bulan itu 3 miliar/orang. kalau 580 + 152 orang anggota DPR & DPD artinya 2,2 triliun. uang sebesar itu bisa buat membangun apartemen 4400 unit luas 50 m2. jadi, lebih bagus pemerintah bangunkan aja apartemen untuk anggota DPR. membangun apartemen 50m2 untuk 732 orang itu cuma butuh
saya lebih pilih orang kinerjanya bagus biarpun dibayar mahal dari pada yang nggak punya kinerja & berikan semua gajinya. karena posisi itu ada untuk memberi fungsi, bukan sekadar ambil gaji buat dibagikan.
kontribusi pada dapur sendiri luar biasa, kontribusi pada negara 0, dapat penghargaan. nggak beda lah dengan banyak pahlawan. pokoknya asal berani melawan belanda, jadi pahlawan, tanpa diselidiki lebih lanjut. padahal mayoritas mereka itu konflik sektarian berebut daerah/kekuasaan yang nggak ada ...
suami terlibat, istri nggak terlibat? profesional sekali... ngibulnya. yang kena cuma wamen edisi sekarang? korupsi bidang ini sudah marak dari zaman menterinya yang ex cawapres, wong sampai sekarang dia bos mafianya kok. rata2 broker di bidang itu terkait ke dia semua.
industri investasi memang godaannya luar biasa... 2 tahun kerja di bidang itu cukup tau lah. rata2 orang yang sudah masuk bidang itu nggak akan mau keluar. itu bukan basah lagi, tapi industri cairan...
sok merasa aneh, padahal opini publik itu permainan dari zaman romawi, cuma media-nya aja berbeda2 sesuai zaman.
masakan nggak enak aja bisa dibilang enak sama yang nggak mengerti. mahasiswa bodoh aja bisa cum laude di kampus abal2. ini sama aja...