ciri khas alumni cap gajah duduk: ekonomi itu buat kami urusan 'gampang'. hasilnya? berantakan. tuh contohnya si lajawali ngeplet.
harga laptopnya sekitar 2x lipat di pasaran. belum termasuk diskon pembelian banyak yang bisa buat ongkir sampai tempat terpencil. dulu pas ayah saya jadi pejabat eselon, dia sebisa mungkin nggak pengadaan barang/jasa. kalaupun terpaksa, dokumentasi lengkap & cuma mau pakai harga pasaran termurah...
di banyak kantor sudah ada rambu2 ber-sosmed. utamanya soal larangan posting terkait politik & SARA + kemewahan.
itu kejadian hitungan detik. saya nggak yakin kompol ini ada perintah sesuatu terkait sampai tewasnya affan. ini sih murni ada di supir aja salahnya. dia tabrak affan. harusnya berhenti aja & tolong korban, ini malah setelah berhenti beberapa detik malah memutuskan maju terus karena mau kabur &a
sewa rumah 840 juta/tahun itu kayak apa? kantor full servis aja segitu dapat 400 m2, padahal standar layak untuk level mereka itu per orang 50 m2 aja. kalau per m2 200 ribu/bulan full servis, 10 juta/bulan aja cukup.
kayaknya pasang badan ini sih buat senior yang sebetulnya menyuruh... karena senior2 itu pun kalau terjerat nggak bakal buat hukuman yang lain berkurang. jadi lebih baik 1 orang aja dibanding >1 orang yang kena. turut prihatin untuk korban, saya sendiri sangat geram dengan tindakan begini.
saya diajarkannya berani berbuat, berani tanggung jawab & tolong orang yang celaka. itu sudah. nabrak ya tolong dulu orangnya. diamuk massa vs kabur tapi harus bunuh orang ya pilih diamuk massa karena ini bukan perang. polisi itu tugasnya melindungi masyarakat, bukan bunuh masyarakat.
tingkat selektivitas masuk harvard vs jurusan2 favorit di UMPTN zaman orba itu masih jauh lebih selektif masuk jurusan favorit PTN. contoh, masuk ITB itu rata2 di bawah 1%, harvard masih 2%-an. selain itu, penguasaan bidang. kalau bukan orang hukum yang memang belajar kriminologi dasar, maka ngga...
ini sama kayak sakit jantung, yang dibedah ginjalnya. cuma mau tutupi kelakuan teman sekorps lalu diberi bintang jasa yang jadi korbannya. nggak penting affan dapat bintang jasa, tapi pelaku2nya itu diproses hukum & aturan profesional.
nggak akan bisa, ngelawak. itu hak. satu2nya cara itu minta dia mengundurkan diri. karena kalau secara parpol, keluarkan dia dari DPR itu cuma dengan memecat sebagai anggota & ini yang bakal bermasalah secara hukum karena nggak ada alasan yang jelas. digugat perdata kayak cap sapi oleh fahri lan
nggak ada asap kalau nggak ada api. asap semua yang diurus, tapi api-nya nggak diurus. yang tabrak affan nggak jadi tersangka sampai sekarang, orang yang protes dituduh menghasut. situ waras?
kayak cerdas padahal b aja... dia nggak paham bahwa orang berbuat salah apalagi jahat yang terencana itu akan membuat perencanaan untuk nggak ketahuan. ini salah 1 dasar kriminologi. jadi teori orang ini soal sosmed itu sudah keliru besar.
status belum tersangka KUHP 340? terlalu... ini yang buat masyarakat marah & bakal susah naik lagi tingkat kepercayaan publik ke institusi keamanan ini. harusnya, malam itu juga ditetapkan tersangka & besok paginya PTDH. ini bakal meredam banyak aksi yang nggak perlu di markas2 mereka. itu kalau ...
sistemnya yang keliru. kita nggak butuh tentara aktif sebanyak sekarang. kita butuhnya justru banyak reservis. macam di amrik orang bisa kerja apa aja, jadi reservis yang 1 weekend per bulan latihan fisik, setahun sekali 2 pekan latihan penyegaran. biar cocok kerjaannya, reservis ini kerja di sek...
ngelawak kalau omong dalang cuma lihat dari sosmed. belajar dulu dasar2 kriminologi supaya paham bahwa ini nggak akan terjadi.
yang kayak begini gercep, tapi urus yang tabrak affan sampai sekarang jadi tersangka aja belum. nggak heran kepercayaan masyarakat susah didapat kembali.
demi bagi2 proyek, mau cegah stunting malah buat anak2 stunting. kasus keracunan kalau sudah tingkat masuk RS itu buat anak berhenti pertumbuhannya 2-3 bulan. di usia emas pertumbuhan, itu bisa 2cm hilang. jadi, lebih bagus stop program ini atau redesain dengan fokus memberi nutrisi2 yang mendukung