Memiliki kepercayaan tinggi karena imun yang kuat, atau percaya kopet itu tidak berbahaya seperti flu biasa, bukan alasan untuk bersikap sombong atau bahkan menantang terus diperlihatkan ke publik karena justru ditakutkan akan menyesatkan orang lain. Mereka jadi ikut-ikutan merasa kuat, tapi begitu
Khilafah itu hanya mimpi utopia para denial yang dimanfaatkan politikus luck nut. Demokrasi di kita juga ga berjalan baik karena orang-orangnya tidak mau belajar "agree to disagree", legowo. Mungkin cocoknya One Chainak, pemerintahannya gak blak-blakan otoriter tapi terselubung :recsel
Mental rakyatnya tidak mendukung untuk membuat penggunaan benda ini dilegalkan Ga bisa disiplin, ga bisa bertanggung jawab. Jangankan kepada orang lain, untuk diri sendiri saja ga bisa.
Kalau guru dan murid sudah divaksin, apalagi yang ditakutkan? Tapi ya masalahnya gara-gara vaksin belum merata kan Bingung ane, pemilu saja bisa diorganisir hingga bisa mendapatkan suara pemilih hingga ke pelosok desa. Kenapa vaksin gak bisa dilakukan dengan cara yang sama? Padahal duidnya ada (kat
Asal balik lagi saja keuntungannya ke rakyat sih Tapi ane menyangsikannya, karena keuntungan apa sih yang nyata? Paling maksimal kenanya ke yang terlibat dengan perusahaan-perusahaan tsb saja, mitra dan customer doang. Lah padahal ngambil duidnya dari pajak semua rakyat, kan anehhh ini
Insya Allah surga jaminannya, sabar ya teh," ujar pemilik akun. Mungkin kalian pernah dengar kalau ada orang yang disakiti hatinya maka amal ibadah dan dosa yang menyakiti dan yang disakiti akan ditukar. Jadi di kasus ini konteksnya jatah surga dan amal ibadah suaminya diambil menjadi milik sa
Ibaratnya ngelangkahin pala orang gitulah, gak sopan. Tapi bisa juga marah karena jadi ga kebagian kue :D