Bab 13 : Kematian Di Balik Kabut Belum sampai satu kilometer, kuinjak pedal rem sekuatnya. Ban kembali berdecit dan bergerak liar, menimbulkan asap tipis karena karet yang meleleh tergerus aspal. Mobil berguncang, oleng ke kiri dan kanan sebelum akhirnya melambat dan berhenti sepenuhnya. Selama ...
Bab 12 : Panglarangan Di malam yang gelap gulita itu aku benar-benar terperanjat bukan kepalang. Aku mengucek mata berkali-kali karena tak percaya dengan apa yang kulihat. Ternyata yang kami bawa sedari tadi adalah mayat. Gila! Orang-orang ini lebih gila dari Ateng Kayau maupun Atak Pelanduk. Ha...
shinichindo shamdani996 lah...emang ada aturan dilarang mengkomersialkan tulisan yang ada di kaskus? Kamu yang gak sanggup beli kok yang salah saya? Saya sudah dengan tenang hati menggratiskan tulisan di sini kok situ ngotot? Mau drama atau gak, selama tulisan saya yang gratis gak dihargai maka say
shamdani996 shinichindo Cerita saya layak jual dan bila saya komersilkan itu adalah hak saya sebagai penulis. Kalau anda mau baca duluan mpe tamat, silakan ajukan SKTM dari kelurahan.
herawanadityo shinichindo anda yg mental miskin knp author yg disalahin. Klo mau baca karya saya duluan mpe tamat silakan ajukan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, saya berikan pdfnya.
buat shinichindo shamdani996 @gaberoi kalau ingin baca duluan di Karyakarsa silakan ajukan SKTM dari kelurahan/ desa nanti saya kasih pdf.
Bab 11 : Bimbang Di Simpang Jalan Semakin mendekati kabupaten tetangga, jalanan semakin landai. Lampu dari rumah-rumah warga silih berganti mulai terlihat. Rumah-rumah warga yang tadinya renggang kini jaraknya kian rapat, hingga akhirnya kami memasuki ibukota kabupaten tetangga yang lengang dan s