aku kok heran masih pada ribut terus masalah vaksin. yg pada koar-koar ribut ini hampir pasti bukan yg termasuk gelombang pertama penerima vaksin. tinggal dilihat dulu efek bagi penerima vaksin gelombang pertama.
hal yg lumrah jika ortu ingin yg terbaik untuk anaknya. tapi mgkn cuma sebagian kecil yg sampai terucap memaksakan seperti itu. kalau temanku malah sampai cukup frontal menolak anak lakinya pacaran sama ceweknya, padahal yg laki tidak ganteng juga yg cewek kategori cantik. gak tau alasan sebenarnya
pak yai kampungku yg ngajari aku baca bismilah yg aku sendiri yakin gak diragukan rutinitas sholatnya tidak hitam. tapi ada anak yg baru berapa tahun ikut partai sapi jidatnya udah item. aku sih curiga itu bukan karena khusyuk tapi otaknya yg terbakar terlalu banyak dijejali doktrin
beneran anak 11 tahun? yakin anak segitu se-inspiratif itu? bisa ngarang gitu? setelah itu bisa buat video itu? tapi tenang saja sebentar lagi juga ada "kak seto" protocol
tarif perpanjang sim itu menurutku murah sekali, yg C cm 75 rb untuk 5 tahun. tapi masalahnya sekarang muncul menu baru di perpanjangan yaitu tes psikologi dan kena tarif 50 rb. dan tes kesehatan yg terus naik.
permasalahannya, sebenarnya si haikal kelompok kadrun kan bukan pendukung prabowo sandi, tapi anti jokowi. kebetulan kubu selain jokowi cuma prabowo. jadi seolah² pendukung prabowo sandi
bagus sih menurutku ramalannya. membuat kubu club baliho bimbang. mau percaya ramalan takut dikatain syirik, tapi kalau gak percaya kok ya eman-eman
ngibul mbok ya yg professional sih. kalau tau itu milik warga harusnya kan minta sertifikatnya. kalau belum ada sertifikat tapi memang sah hak milik warga di desa pasti ada catatannya. pasti bisa minta surat keterangan