Bab 2 Hujan gerimis membasahi jalanan Semarang malam itu. Bu Sri menyesap teh hangatnya perlahan, sementara matanya menatap layar televisi di ruang keluarga kecil mereka. Putrinya, Dita, duduk di sampingnya. Cuaca dingin seperti ini memang paling nyaman untuk bersantai di rumah. Namun, suasana ny...
jktpanasmacet Ya Tuhan, bukan lagu itu. Lagunya itu aneh, kata "la" diulang berkali-kali tanpa makna yang jelas, seperti anak TK yang sedang belajar menyanyi.
Bab 1 Suasana kamar kost terasa gerah, meskipun kipas angin berputar dengan kecepatan penuh. Di dalam ruangan sempit itu, Aldo dan ketiga temannya, Bima, Raka, dan Denny, sedang bersantai setelah seharian berkutat dengan tugas kuliah yang melelahkan. Mereka berempat adalah mahasiswa Teknik Sipil d
itkgid Iya, Faris terobsesi sama artis bok3p Rusia. BTW, loe sudah baca thread cerbung yang sahabat jadi cinta belum?
Bab 21: 20 Tahun Kemudian Sinar matahari sore menyinari halaman rumah yang masih dalam tahap pembangunan. Adziel, kini seorang dokter bedah anak ternama, berdiri di atas tangga kecil, tangannya sibuk mengecat dinding bagian luar rumah baru mereka. Kaus putihnya sudah dipenuhi bercak cat, tapi ia ...
Bab 20: Diterima di FK Adziel menatap layar ponselnya dengan jantung berdebar. Hari ini adalah hari pengumuman hasil seleksi masuk Fakultas Kedokteran. Di sebelahnya, Agatha juga menatap layar ponselnya, napasnya sedikit tertahan. Mereka sudah berjuang keras untuk sampai ke titik ini. Belajar ber...
Bab 19: Malam Mingguan Ala Adziel Adziel menatap pintu kamar Agatha yang sudah begitu familiar baginya. Setiap malam Minggu selama dua minggu terakhir, ia selalu datang ke sini, sejak mereka resmi berpacaran. Sebelumnya, mereka memang sering belajar bersama di kamar Agatha, bahkan sejak kecil. Ta...
Bab 18: Menyatakan Cinta Hari itu, matahari bersinar cerah di langit SMA Pemuda Bangsa. Kelas XII IPA 1 sedang berada dalam suasana yang riuh. Bu Dewi, guru PPKn, baru saja keluar kelas setelah memberi tugas kelompok, dan seperti biasa, suasana menjadi lebih santai. Beberapa siswa mengobrol santa...
Bab 17: Bestie To Lover Adziel duduk di kursinya, menatap kosong ke layar laptopnya. Biasanya, ia bisa fokus membaca materi tentang fisika kuantum atau teori relativitas tanpa gangguan. Tapi malam ini, pikirannya terus melayang ke satu hal, atau lebih tepatnya, satu orang, yaitu Agatha. Sejak per...
Bab 16: Hutang Budi Adziel duduk di kursinya, menatap layar laptop yang terbuka di meja belajarnya. Tumpukan buku-buku fisika dan biologi tertata rapi di rak di sebelahnya. Kamarnya kini jauh berbeda dari saat mereka masih kelas 5 SD. Dulu, dekorasi di dindingnya penuh dengan gambar-gambar planet...
Bab 15: Lemak Jenius Hari itu, di kelas XI IPA 4, suasana terasa sedikit berbeda. Biasanya, Agatha akan duduk di sebelah Adziel dan berbagi candaan ringan sebelum pelajaran dimulai. Namun, kali ini kursi Adziel kosong. Setelah operasi di Semarang tiga jam yang lalu, ia masih harus menjalani pemul...
Bab 14: Di Semarang Setelah perjalanan panjang di laut, rombongan akhirnya tiba di Pelabuhan Semarang. Suasana ramai dengan suara klakson kendaraan dan hiruk-pikuk para penumpang yang bergegas turun dari kapal. Namun, di tengah semua itu, satu hal yang mengusik Agatha adalah kondisi Adziel yang s...
Bab 13: Penyakit Adziel Angin laut bertiup lembut di dek kapal, tetapi hati Agatha justru diliputi kecemasan. Sejak tadi, ia memperhatikan Adziel yang terlihat semakin pucat. Sesekali, sahabatnya itu memegangi perutnya dengan ekspresi menahan sakit, tetapi tetap bersikeras bahwa ia baik-baik saja...