Daripada logonya lalat seperti itu, bagusan logonya palkon saja yang melambangkan budi arie. Ngomong², kapan si palkon jadi tersangka?
Proyek kereta cepat jepang di india juga beayanya membengkak. Kagak tahu sudah selesai atau belum proyeknya.
Muik kenapa tidak prihatin dan berkomentar terhadap pencabulan di pesantren oleh kiai/ guru ngaji/ ustad, persekusi agama lain, terorisme oleh umatnya, pesantren roboh, masjid tanpa izin, minta sumbangan masjid di jalan, korupsi haji dan masih banyak lagi. Malah ngurus biduan dan urusan palestina y
Mesinnya dari mana wok? Nasional juga? Kalau bisa desainnya jangan seperti mobil pindad yang kaku, seperti mobil camat zaman dulu / vw safari. Terus esemka bagaimana? Dicoret dari mobil nasional?
Kenapa ormas keagamaan ini beraninya kalau jumlah massanya jauh lebih besar? Kadang menghadapi anak-anak kecil saja mereka main keroyokan.
Karya terbaik saja bermasalah dan penuh kontroversi. Terus yang biasa-biasa saja atau yang jelek seperti apa?
Si dian kok rancu sih. Menempatkan bahlul di menteri investasi / kepala bkpm atau menteri esdm? Keduanya sama hancurnya waktu dijabat si bahlul.
Jangan lupa izinnya diurus dulu. Jangan main bangun tanpa izin. Biasakan tertib sesuai aturan yang berlaku.
Yang dikatakan atalia bahwa penggunaan apbn harus jelas dan adil kan benar. Ini sudah pembangunan tidak mempunyai izin malah mau dibangun lagi pakai apbn. Otaknya di mana? Pihak pesantren dan kiainya sampai sekarang belum minta maaf kepada keluarga korban, padahal banyak korban tewas dan cacat se...
Ormas muik kenapa tidak ada? Padahal status ormas muik lebih tinggi daripada pemerintah dan posisinya di atas hukum.
Yang datang ke vatican banyak, yang pakai sabun vatican juga pasti banyak. Kok yang kena alergi kebetulan cuma jokowi saja.
Tidak ada yang mengatakan bbm langka di jawa. Spbu swasta selama ini membeŕikan pilihan kepada pengguna untuk membeli bbm kepada mereka atau pertamina. Masalahnya hanya di kuota impor saja. Kalau kuota impor diberikan, mereka bisa impor bbm dan berjualan lagi. Tidak ada hubungannya dengan kelangk
Gblknya si jembud. Beritanya sudah banyak di mana-mana, spbu-nya juga pasti sepi kagak ada yang mendatangin, masih saja datang. Asu memang.
Kalau selama ini spbu swasta mempunyai standar bbm dengan etanol kurang dari 3,5 persen ya wajar saja kalau mereka menolak. Esdm dan pertamina tidak boleh memaksa mereka untuk menerima standar pertamina.
Si jembud yang kerjaannya kagak jelas selama jadi gabener saja tidak memindahkan lokasi patung ini. Mungkin alasan pemilihan lokasi patung juga karena mempertimbangkan nama jalan di mana patung akan ditempatkan.
Selain bicara standar bangunan dengan pihak yang berkompeten yaitu insinyur sipil bukan kiai atau gus, sebaiknya juga bicara tentang nama pesantren dan lembaga islam lainnya. Bukankah dulu ada aturan untuk mengganti nama asing dengan nama indonesia?