Astaga.... ngntnttot saja pikiran para guru ngaji di sana. Ini sudah terlalu massif. Ada yang salah pastinya
bodico Gua hanya bersyukur kalau gua terlahir dari keluarga yang mereka anggap kafir ( tidak beragama Islam ) karena gua ga sudi bila kelak ada anak, anak gua berpotensi di cabuli oleh guru agamanya. Btw, heran juga.. kenapa banyak sekali ? Apakah di agama mereka ga ada diajarin masalah akhlak dan
?? baru komentar yang di lampung, muncul lagi yang di batam. Astaga.... Apa sih yang ada di otak para pelaku ? pencabulan sistematis terstruktur berfondasi iman kah ?
Another one bites the dust Another one bites the dust And another one gone, and another one gone Another one bites the dust, yeah Hey, I'm gonna get you, too Another one bites the dust How do you think I'm gonna get along Without you when you're gone? You took me for everything that I had And kick
Pelapornya itu beragama Buddha. Katanya ga ada umat Buddha yang marah dan berani bertaruh. Sebelum taruhan sudah kalah duluan. Coba dulu minta si Lieus untuk membabarkan pengetahuan dia soal agama Buddha. Jangan2 nih orang cuma Buddha KTP
Harus diakui, inilah kejujuran seorang muslim dan inilah alasan kenapa muncul islamphobia. Btw, Tuhannya mereka kenapa aneh ya.... kok membenci ciptaan sendiri ? apa tidak bisa berkuasa terhadap ciptaan sendiri yang type non Islam kah ? Bukankah dunia dan isi ini berjalan atas takdir yang di berik
Apa yang diharapkan dari Islam bila sudah menjadi mayoritas ? Bersikap adil ke non Islam ? Bersikap melindungi ? Bersikap mengamankan ? Jangan bermimpi deh. Meski di tabur bedak bernama toleransi, wajahnya tetap sama. Sejarah telah membuktikan, ajaran ini bersikap korosif. So, ga usah tuntut hal
well, selaku pembaca majalah Bobo, gua agak terusik dengan komentar TS soal Bona dan Rongrong. Tapi ya sudahlah
kudo212 Menusuk apanya ? Yang lu tunjukin cuma kedunguan elu saja. Habis2in waktu saja ladenin orang dungu seperti elu. Dah :ngacir: