Kalau Aku Mencintaimu Oleh: Florensius Marsudi Kalau aku mencintaimu, kukatakan apa adanya tentang dirimu, kau yang gendut, kau yang bontet, … tapi juga kau yang manis menawan. Kalau aku mencintaimu, tak ‘kan kubiarkan ranahmu diinjak orang, kehormatanmu tergadaikan, apalagi demi basa...
Jarak yang Menghubah Oleh: Gadis Bandongkawii jarak yang buat aku kaku setiap ruas-ruas pernafasan terhenti oleh sang waktu aku yang tunduk oleh ujian dan pujian terlena hingga hilang mutiara hati membuat aku tersungkur lagi kata-kata manis tapi berasa pahit bagai empedu mengukur seberapa besar e...
Aku Rindu Oleh: Maha Hati Malam ini terlampau tenang aku tak kuasa memejamkan mata dalam diam ku menyaksikan bulan separuh menggantung di langit ia serupa senyumanku Irama lembut kipas angin menghanyutkanku aku dibawa kembali ke masa lalu bersua dengan rasa lawas Aku berbincang-bincang dengan sen...
Ziarah; Selamat Jalan Mak Oleh: Yulia Rahmawati Selamat jalan Mak… Tanah ini sudah tidak merah lagi Batu-batu yang menyembul sebagai tanda keberadaan jasadmu Menghitam menyatu dengan warna tanah Pohon kamboja mengapit batas jasadmu Selamat jalan Mak… Maafkan cucumu yang berkunjung han...
Amarah Oleh: Farah Agustina api yang mengembara dua wajah tertawa amarah meraja jutaan tersakiti penghinaan menyakiti ribuan perjalanan dua orang yang dianggap suci itu ternyata,, tak mampu redamkan benci.. media melihat dunia membaca dua orang itu.. membuat kebncian di dada.. teriamalah apa yang...
Tidak On Time Oleh: Daniel Kau berjanji di tempat yang sama aku menunggu di tempat yang sama dingin malam menghentak tubuhku aku masih menunggu dengan sisa kesetiaanku sampai seorang wanita malam menyerobot menghempas dan menginjaknya dibawah wangi aroma dan indah tubuhnya aku masih mencoba tuk s...
Meminang Malam Oleh: Andi Gunawan Seperti hari sebelumnya, aku tak pernah bisa benar-benar mencintai siang. Tak pernah bisa membuatku tenang. Hampir selalu gamang. Siang menawarkan terlalu banyak pilihan. Menyudahi drama Tuhan, atau melanjutkan peran. Serupa simalakama, membingungkan. Siang juga ...
Ya Begitulah! Oleh: Farah Agustina ya begitulah seharusnya mencari jalan setapak untuk menemukan terang ketika gelap yang mendudukan ribuan rahasia yang tersembunyi sehingga matapun seakan buta..lagi dalam tapakan-tapakan kaki yang mengaliri satu jutaan amoeba yang berlari mendekati pepohonan yan...
Puisi Pagi Oleh: Aziz Abdul Ngashim aku ingin menulis puisi tapi tidak pagi ini karena mentari pagi enggan bersinar kembali lebih baik aku tidur lagi sumber: http://kompasiana.com/post/puisi/2010/09/16/puisi-pagi/
Aku Marah Oleh: Ratih Aku bilang kamu egois kamu jawab kalau tidak egois, manusia tidak bisa hidup Aku bilang kamu pengecut Kamu jawab tidak selamanya seorang pahlawan harus selalu berani Aku bilang kamu pengkhianat Kamu jawab bahwa kamu tidak berjanji untuk setia Aku bilang bahwa aku terluka Kam...
Javaz - R.I.P 16 September Oleh: Daniel Adrian Sayang,… Ibumu penuh cinta. Ia berhenti kerja agar bisa slalu mengajakmu bicara. Ibumu punya sejuta sayang. Dipatuhi semua pantangan, agar kamu baik-baik saja. Sayang,.. Ayah ingat seminggu setelah kau lahir kakekmu berulang tahun. Cucu perdana...
Mungkin Waktunya Oleh: Sari Mulya Mungkin tiba waktuya untuk memahami Untuk ihklas untuk tidak egois untuk tidak menangis Dan masanya juga Untuk Redha Untuk rela menerima semuanya Dan mencoba juga untuk bertahan Dengan kemampuan dan kekuatan Dengan azam Dan pejuangan Kerana tak ingin tenggelam Da...
Mawar, Payung dan Api Unggun Oleh: Dwi Murdaningsih Seribu mawar untukmu, mungkin tak akan pernah cukup Ku bersalah padamu, Pukuli saja aku, tapi jangan pernah diamkan Diam yang begitu dingin, seperti gunung es Gunung es yang suatu hari akan menenggelamkan kapal kita jika khilaf menabraknya Ingat...
Zona Damai Oleh: Daniel Zona ini dicipta untuk sebuah kedamaian dan sukacita tapi mengapa semua saling mencerca merasa punya hak suara dari yang mencipta zona ini dicipta untuk sebuah kedamaian dan suka cita disaat semua saling mencerca dan tak ada waktu jeda aku hanya bisa tertawa karena zona in...
RE.2002 Oleh: Mansen Silalahi …..di pagi hari : aku menciptakan harapan bersua sel-sel darah ku menggeliat …..di siang hari : teriknya mentari di ubun-ubun ku buyarkan rapalan di kepalaku …..di temaram : aku tidak pernah berucap, sendi-sendi tubuhku ngilu …..di malam hari ...
Senja Katingan Oleh: Mansen Silalahi Hari itu Sabtu Senja hari, aku duduk di atas lanting di tepian sungai, terbuai alunan gelombang pasang di musim itu, kecipak air membuai lamunan di hembusan angin senja jauh dari hingar bingar dan keruwetan lepas dari kerutinan….. lanting itu tidaklah ba...
Bentuk Lain Keindahan Oleh: Gitta Indriati Bentuk lain keindahan Tidak bisa saya gambarkan Tidak bisa saya deskripsikan Tidak bisa saya perdengarkan lantunan keindahan nadanya Begitu menyentuh perasaan Sehingga sebegitu mudah penulis melanggak-leggokan pena memainkan kata Sebegitu mudah jari-jari...
Opera Pagi Oleh: Andi Gunawan Halte dudukan besi sepi di tepi mereka menepi mencari sendiri terjebak sunyi patah sudah kemudi ————————————- Kopi pekat menguap kretek terbakar, berasap menyesap pandir siang bolong bulan pasrah...
Janji Hujan Oleh: Heri Latief menggali memori di melodi sebuah lagu yang kita kenal suatu senja di minggu ketiga bulan september berduka langit di atas rembrandtplein menjanjikan musim hujan rindumu dipeluk napsu bisu terpaku bengong di pojokan tak ada lagi kabar angin diulang ulang mendulang emo...
Zona Masa Depan Oleh: Daniel Ini bukan lagi berbicara tentang siapa yang nomor satu tapi berbicara tentang siapa yang mau bersatu ini bukan lagi berbicara tentang siapa yang paling religi tapi berbicara tentang siapa yang bersedia saling toleransi ini bukan lagi berbicara tentang siapa yang banya...