Bersanding di Kursi Tua Oleh: Abdul Razak M.h. Pulo Debu mengelupas dari kenangan di atas kursi tua, Mengayun di bawah kepak senja Tiang-tiang baja menyimpan segumpal darah Daging mala, dinding mara, melapuk sang jendela Dalam desau gerah, rindu membuncah Membulir sebutir peluh di kening malam Ma...
Pasar Kembang Oleh: Daniel Gerimis meniti di senja hari kuberjalan sendiri saat kucoba menepi ada gadis cantik bak bidadari tawarkan mawar yang berduri dan ketika gerimis tak juga berhenti aku tetap disni ditemani si putri gadis penjual mawar yang berduri sumber: http://kompasiana.com/post/puisi/...
az zahrah Oleh: Geide Mouth kusucikan mataku di taman keindahan dan kularang jiwaku untuk melakukan yang haram kutanggung beban cinta yang sekiranya, dituangkan pada batu, niscaya menyebabkannya hancur binasa mataku berujar sebagai terjemahan rasa hati, yang sekiranya tidak kucuri cintanya, pasti...
Dermaga Cinta Oleh: Kine Risty Duduk berdua ditepi dermaga Memandang ombak dan perahu yang lalu lalang Ku terdiam tanpa suara dan ingin rasakan sensasi rasa yang menggoda di jiwa…serta mengaduk-aduk desir-desir hati sesekali tawa kita membaur diantara music yang mengalun Menunggu senja berl...
Gerimis Pagi ini Oleh: Lenon Machali Gerimis pagi,suara-suara rindumu membasahi pohon dan batu-batu di pelataran rumahku Angin yang berdesir itu mengabari perjanjian cinta bercahaya tanpa api menyala Burung-burung mengepak sayap turun ketanah basah menjemput serangga Tangan-tangan yang rela berja...
Reuni Oleh: Nuraziz Widayanto anakku, jangan kau takut pada orang-orang itu yang menceritakan padamu dongeng-dongeng yang tak masuk akal buatmu dongeng yang aneh kata ibumu yang berakhir pada nasehat, “jangan bicara dengan orang asing” dan anehnya, ibumu selalu membicarakan orang asin...
Model Muda dan Sepeda Oleh: Daniel Seorang model muda Menata gaya Didepan kamera Tatap matanya Senyum bibirnya Membuat degup didada Tapi yang tak kusuka Bukan karena ukuran dadanya Dia tak bersedia bergaya diatas sepeda sumber: http://kompasiana.com/post/puisi/2010/09/12/model-muda-dan-sepeda/
Lebaran dengan Emak Oleh: Suriyanto Perempuanku, cukup lama kutinggalkan dirimu Ini aku pulang dengan sebongkah duka, segaris luka Oleh mereka yang sama-sama kita percaya Kau tidak merasa kulupakan bukan? Apa kabar rambut hitamu yang mulai mengabu dengan uban di beberapa bagian. Meski lekang inga...
Sendu Semu Oleh: Eli Eli Lama Shabatani Barat dan Timur Akar segala ilmu Namun semu Semuanya akan terukur Semuanya akan kabur Kala kau menepi di Barat atau di Timur Hening semesta di musim kemarau Menampakkan senja sendu Menyelimuti rindu Sayang semua semu sumber: http://kompasiana.com/post/puisi...
Ibukota Oleh: Fitri Nurani Ratusan kilometer untuk menggapai jarak yang kutempuh Menjanjikan upah yang penuh untuk setiap insan yang mendambakannya Seolah kota itu impian bagi para kaum urban Kau tahu kawan ! Apa yang membuat kota itu menjadi magnet ? Ibukota dengan segala gelimangan dan gemerlap...
Jauhkan Dongeng Itu Dari Putriku Oleh: Laurentia Jika aku punya putri…. Akan kuajari dia jadi wanita yang tangguh. Dia tidak akan mengenal Cinderella, Putih salju dan Rapunzell Wanita-wanita yang pasif menghadapi nasib. Akan kubuang dongeng-dongeng perusak itu. Akan kuceritakan padanya tent...
merindu, kawan Oleh: Fitri Nurhayati walau sapa slalu terangkai untaian kata indah membuai rindu menggebu ingin ku berjumpa tanpa perlu terlelap dalam pekat tak ingin jauh meninggalkan lara sebuah rasa tentang kita kawan walau tanpa tatapan dan jabatan sebait doa semoga semua citamu terlaksana ma...
Ayunan Kosong Oleh: Benny Dwi Ferrianto Ayunan Kosong… Tak berisi… Tembus pandang…. Di ayun-ayun , di angan-angan… Sepintas lalu berjejal … Doa-doa riuh mengisi… Lewati nasib yang tertib menyalib… Di jalan- jalan sepi… Ayunan Kosong… Tetap tak...
Menangislah Ibu Pertiwiku Oleh: Linda tak baik ditahan bila kesedihan menjalar ke seluruh pematang hijau menjadi beku kuning menjadi runyam merah menuju hitam dan semua membusuk tenggelam pada ketidaksempurnaan tak banyak lagi sawah terbentang karena di atas tanah sudah terbujur pusat perbelanjaa...
Mentariku, Dimana Kau? Oleh: Dr.dito Anurogo Mentariku, dimanakah kau ? Kau begitu tulus menemaniku melalui hari-hari kehidupanku. Kau begitu bahagia menyertaiku melewati masa-masa terindah Masa dimana embun terasa lebih menyejukkan daripada jernih sungai, masa dimana cahya lilin terasa lebih han...
Urbanisasai Oleh: Lenon Machali di ibu kota, musim panen sepanjang musim bagi pemiliknya , siapa saja tak perlu sawah tempat bekerja di ibu kota perubahan tersedia bagi siapa saja, tanpa batas keyakinan dan norma agama, kemerdekaan adalah kekuasaan Kemerdekaan di ibu kota mengingatkan kita di bel...
Dara Kupu-kupu Oleh: Abdul Razak M.h. Pulo Bergelinjang di kuntum bunga Mengusap batang serbuk sari Mewarnai madu dengan kecup rindu Bireuen, 2 April 2010 sumber: http://kompasiana.com/post/puisi/2010/09/14/dara-kupu-kupu/
Senja, Kopi & Rindu Oleh: Adyanti Rahmarina Sengaja kutunggu senja sore ini Aku rindu hangatnya, desau anginnya Aku rindu pancaran jingganya Dan aku rindu….dia Sengaja ku duduk di beranda sore ini Dengan sedikit berdandan Ah ya, maksudku hanya sedikit gincu & alas bedak Hanya ingin sedikit ...
Tuhan Terus Mengajariku di Sepanjang Umur Oleh: Kuke Manis-pahit. Bahagia-perih. Berat-ringan. Tuhan terus mengajariku di sepanjang umur, sejak Ia tiupkan ruh pertama kali hingga adalah denyut jantungku, hingga kini ketika Ia terasa mengayun-ayun aku di batas abu-abu. Pada-Nya aku tersenyum. Pada...
Sudah Hampir Sempurna Oleh: Daniel Sudah hampir sempurna kau menjerumuskanku dalam dosa sempat kudaki juga kuturuni lekuk tubuhmu yang memang sexy tiba-tiba aku tersadar dirumah ditunggu istri jangan coba menggoda lagi kecuali berani ijin istri … sumber: http://kompasiana.com/post/puisi/201...