https://s.kaskus.id/images/2021/11/16/11059049_20211116080106.jpg Waduh, yang ini gimana? :ngakaks:ngakaks:ngakaks
Also NU https://dl.kaskus.id/pbs.twimg.com/media/FCsGh6XXoAMMbSp?format=jpg&name=large :bingung :ngakaks:ngakaks:ngakaks
jokotron kinggidorah666 di beritanya kan DJP Namun Yon menjelaskan, penghasilan kena pajak tidak dihitung dari harga mobil atau harga rumah yang didapat. Untuk fasilitas rumah misalnya, DJP akan menghitung pajak dari perkiraan biaya sewa rumah. "Nanti kita hitung aturannya terkait berapa harg
pas pembelian udah kena ppn, pph 23. sekarang dipinjemin ke karyawan, karyawan kena tambahan di pph 21. sedangkan perusahaan bisa mengkreditkan di perhitungan penghasilan bruto. enak di owner perusahaannya, ga enak di karyawannya. kalau gw jadi karyawannya, mending gw tolak dapat fasilitas begini n
tamparneh ada di pasal UU HPP yang mana itu ada "hanya jika 500 juta"? pas bedah bareng2 kemarin kok ga ada ya? :bingung :ngakaks:ngakaks:ngakaks
kita siapkan kolamnya Anies Baswedan: Nomor 1 ikan, nomor 2 kail, kita siapkan kolamnya. :ngakaks:ngakaks:ngakaks
Barang pemberian kantor bakal menjadi objek pajak baru. Hal itu diatur di dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan atau UU HPP. Dalam UU tersebut diatur bahwa natura atau kenikmatan yang diterima oleh karyawan akan dikenakan pajak. Karyawan yang dapat fasilit