embunsuci Mereka yang benar benar dapat memahami Cinta Maka merekalah yang benar benar akan dapat membuktikan Cinta mereka itu.....
lianasari993 Bila Titik demi titik disambungkan Maka akan terbentanglah tali/garis/jalan yang lurus Yaitu Tali/Garis/ Jalan yang lurus yang menghubungkan titik awal dan titik akhir Dan Bila Titik itu adalah diri Maka Titik awal itu adalah awal diri Titik akhir itu adalah akhir diri Dan tali/g
embunsuci Bershalawat bila hanya masih bacaan/zikir (kata kata) maka itu hanya untuk dirimu sendiri, dimana dengan bacaan/zikir yang selalu diucapkan berulang ulang itu kamu akan merasa tenang dan damai. Sedangkan untuk dapat mencintai (memuliakan) ataupun untuk beramal salih itu harus ada wujud
lianasari993 Ya dirimu adalah apa atau siapa yang kau cintai Semakin baik apa atau siapa yang dapat diri cintai maka akan semakin baiklah diri. Dan semakin buruk apa atau siapa yang dapat diri cintai, maka akan semakin buruklah diri.
embunsuci Ya jadi syafaat Nabi itu Hanya berlaku kepada mereka yang benar benar dapat mencintai (memuliakan) dan beramal salih kepada Nabi dan Keluarga Nabi yang Nabi cintai dengan penuh Kasih dan Sayang. Dimana mereka yang benar benar Cinta kepada Nabi dan Keluarganya itu, adalah mereka yang ben
lianasari993 Karena, Sesungguhnya setiap orang itu selelu membawa KeCintaan mereka masing masing didalam dada (hati) mereka. Dan ketika seseorang itu menyukai orang lain, sebenarnya dia sedang mencerminkan/merefleksikan cinta yang ada didalam dadanya (hatinya). Semakin baik Cinta yang dibawa did
embunsuci Ya..... Pada akhirnya Semua adalah tentang Cinta, Kasih dan Sayang Allah (yang dapat memberikan syafaat). Dan bukan tentang yang lainnya. Karena, Tanpa Cinta Tanpa Kasih dan Tanpa Sayang Allah Maka diri kita semua bukanlah apa apa dan bukanlah siapa siapa! Tapi kebanyakan diri Sela
"Karena jodoh cerminan dari diri sendiri" Keren kata katanya yang terakhir. Dan, Ketika Cinta (jodoh) itu adalah cerminan dari diri sendiri, Maka, Kepada siapa diri memantaskan dirinya maka disitulah diri sedang bercermin (sedang merefleksikan dirinya) Dimana pantas atau tidak pantas a
embunsuci Kembali kasih, maaf bila singgah disaat yang tak tepat..... "Apakah nanti di surga kita akan bersamamu lagi ya Nabi?", tanya salah seorang sahabat. Jawab Nabi, "kamu akan bersama dengan orang-orang yang kamu Cintai....." Dan, Belumlah seseorang itu Cinta Sebelum
Beragama tanpa Keimanan adalah keangkuhan. Keimanan tanpa Ilmu adalah kebodohan. Dan Ilmu tanpa Kebenaran (berilmu tapi tidak tahu siapa yang harus dibenarkan/Tidak tahu siapa yang harus dicintai) adalah kelalaian. Karena dalam Beragama itu akan ada Ketakwaan Dimana dalam Ketakwaan itu akan ada
Bila bicara tentang Cinta. Maka seharusnya tak akan ada yang berbeda tentang Cinta. Kapan dan dimanapun Cinta itu berada. Maka Cinta dan Bahasanya akan selalu sama. Tapi kebanyakan, Persepsi dirilah yang selalu berbeda. Dalam memahami dan mengartikan Cinta dan Bahasanya. Karena pada, Awalnya itu
Sebaik baiknya nasihat adalah sebaik baiknya Ilmu. Dan sebaik baiknya Ilmu adalah ilmu yang dapat menunjukan kepada sebaik baiknya Kebenaran. (Mengetahui siapa yang harus dibenarkan/dicintai). Begitu saya pernah dinasihati.
cikicika666 Bila hanya untuk mendengar, Bila hanya untuk membaca, Bila hanya untuk berkata kata, Ataupun bila hanya untuk menulis, maka itu adalah hal yang mudah, Tapi bila untuk dapat benar benar memahami makna yang sebenar benarnya dari apa yang telah dapat kita dengar, dari apa yang telah da
Apa yang dapat kita katakan, akan dapat menunjukan apa yang dapat kita dengar. Apa yang dapat kita tulis, akan dapat menunjukan apa yang dapat kita baca Apa yang dapat kita terima, akan dapat menunjukan apa yang dapat kita pahami Apa yang dapat kita pahami, akan dapat menunjukan apa yang dapat ki
Tingkat pemahaman setiap orang dalam memahami Agama itu berbeda beda. Dimana setiap tingkat pemahaman itu akan kembali kepada diri masing masing bagaimana mereka melihat (memahami) Agama. Jika engkau melihat (memahami) Agama dengan matamu, maka engkau akan melihat kata-kata (dalil dalil). Jika e
union442 Tanpa ilmu/Pengetahuan Apa yang dikerjakan Akan dapat menjadi keterbiasaan Tanpa ilmu/Pengetahuan Apa yang menjadi keterbiasaan Akan dapat menjadi keharusan Dan tanpa ilmu/Pengetahuan Apa yang menjadi keharusan Akan dapat menjadi keterpaksaan Dimana dalam setiap apa yang menjadi keterp
Seorang Pria adalah pemimpin atas seorang Wanita dalam keluarganya. Dimana sebagai seorang pemimpin dalam keluarga maka seorang Pria harus dapat membimbing pasangan Wanitanya. Tapi bagaimana seorang Pria itu dapat membimbing pasangan Wanitanya, sementara pasangan Wanitanya tak pernah dapat percaya
Dari pada menyimak Lebih baik dipahami dan segera temukan apa yang menjadi kebenarannya. Mereka yang dapat memahami dan dapat menemukan apa yang menjadi kebenarannya, maka mereka akan cenderung untuk segera mendekat dan segera memihak kepada apa yang telah dapat dipahaminya dan telah dapat dibenark
"Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari KALANGAN mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al-Hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." (Al Baqarah: 1...