Satu hal yang membedakan buku tulisan tangan dan buku cetakan adalah kuantitas, dan dengan demikian, harganya. Mau buku cetakan disukai atau nggak, pengalaman di negara lain (Eropa, Asia) menunjukkan bahwa dengan harga yang lebih murah, membuat buku lebih terjangkau oleh rakyat jelata. Gak peduli...
atau ... cuma propaganda bahwa mereka gak suka tulisan yang dicetak padahal sebenarnya ya karena pemerintah pengen menekan kemunculan ide-ide yang bisa membahayakan kedudukannya? kalo menurut gw, lebih bisa dipercaya yang terakhir itu ... hmmm :matabelo coba tempatkan diri agan sebagai rakyat jel...
jumlah buku yang beredar di wilayah tersebut sangat jarang dan variasi judulnya pun sangat sedikit, sehingga rakyatnya tidak terbiasa mengasah otaknya dan mengisinya dengan ilmu. Akibatnya, walaupun katakanlah mereka punya madrasah untuk mengumpulkan ilmu, ilmu tersebut rata-rata didapat dari orang
Kan dh dijelasin, mereka lebih suka tulisan tangan.... Makin lama makin puyeng ane. Filosofinya orang Turki :linux2: Dopost. Entah kenapa. Inet ane ngaco
kenapa kok gak suka? karena pake huruf yahudi? kenapa gak bikin yang pake huruf arab? kan tinggal pesan ke tukang ukirnya ............................... :ngacir: Kan dh dijelasin, mereka lebih suka tulisan tangan.... Makin lama makin puyeng ane :linux2:
:bingung Kalo cuma karena alasan "milik orang Yahudi dan Yunani", kenapa kok gak bikin/beli sendiri? Kan konsumen mereka lebih banyak, balik modal juga bakal lebih cepat? Karena kan sudah disebutin tadi. Orang-orang Ottoman pada masa itu nggak suka dan tertarik sama buku cetakan, Sampai
ottoman sendiri punya sistem madrasah utk menghimpun pengetahuan. tapi mrk tidak punya sistem perbankan krn dianggap haram. Mereka punya, tetapi cenderung telat. Yang paling awal berdiri adalah The Bank of Smyrna yang muncul pada tahun 1842
Kegagalan Ottoman memodernisasi diri bermula dengan penolakan mereka terhadap mesin cetak yang diciptakan oleh Guttenberg di abad 15. Mesin cetak mempermudah pembuatan dan penyebarluasan buku-buku dan dengan demikian bisa memancing timbulnya ide-ide yang kemungkinan tidak sejalan dengan dogma-dogma
stagnation -> decline -> collapse ... setelah stagnasi di akhir abad 17, decline di akhir abad 18, wilayahnya digerogoti kian kemari, hingga akhirnya collapse ketika kalah perang dunia pertama. Abad 19 justru negara-negara Eropa lebih berani, mulai dari Napoleon dan Inggris yang mengacak-ac...
Bukan decline, tapi stagnasi. Ottoman memang masih kuat .. ketika dibandingkan dengan negara-negara non Eropa. Tapi kalo dibandingkan dengan negara-negara Eropa, mereka ibarat berjalan kaki sedangkan negara-negara Eropa sedang berlari. Hal yang sama juga saat itu terjadi di Cina. Walaupun pada ab...
Kesultanan Ottoman gagal memodernisasi diri sejak abad 17 (terakhir mereka mampu menyerbu Eropa adalah dalam pengepungan Vienna pada tahun 1683). Sejak itu, kesultanan Ottoman perlahan-lahan mulai ketinggalan dari negara-negara Eropa yang mulai mendapatkan pencerahan (age of enlightenment) dan me...
semua kapal perang ottoman dipesan dari inggris. cmiiw. awalnya bank ada di belakang jerman. baru setelah inggris menjanjikan palestina kpd bankir, produksi tank inggris dimulai dgn bantuan uang dari bank. setelah WW 1 berakhir wilayah ottoman dibagi dlm protektorat inggris dan perancis. kecuali w
setelah sultan sulaiman wafat penerusnya kurang handal:nohope Nggak juga. Masih ada sultan-sultan bagus yang mimpin Ottoman. Contohnya Mustafa II, Mehmed IV, Mahmud II, Abdulaziz, Abdulmejid, sama Abdulhamid II
http://s.kaskus.id/images/2016/10/15/4688920_20161015122910.jpg Karavan suplai Ottoman Kesultanan Ottoman sebenarnya tidak siap untuk perang jangka panjang. Apalagi mereka tak punya pabrik amunisi sendiri. Pasukan dan material mereka harus dilewatkan melalui jalan yang belum sempurna dan rel kere...
Itu Elang dua kepala yang diliatin dalam kasus ini bukan buat HRE, tapi buat Rusia. Yang pake elang dua kepala itu ga cuma HRE. Pare Offscouring Ends bukan pahlawan di cerita ini. Sekilas mirip bendera HRE sih, secara COAnya Russian Empire gak mirip-mirip amat sama yg ditampilin di anime...
Jeanne D' Arc sama Gilles de Rais (Prancis Perang 100 Tahun) Anastasia Romanova sama Rasputin (Meninggal 1918 dan 1917, Rusia) Minamoto no Yoshitsune (Klan Genji, Perang Genpei), Hijikata Toshizou (Shinsengumi, Perang Boshin) Kalo Black Kingnya udah jelas siapa, kalo liat kekuatannya nanti... HRE p
Ni anime perfect buat history buffs atau orang yg suka sejarah macem ane :ngakak Unrelated, tapi setau ane tu namanya Munetaka, bukan Sunetaka :\