tahun 1995, tante gw beli tanah 60m2 dan bangun habis rumah d atasnya, itu semua cuma habis Rp16jt aja, di Jakarta pula (Jagakarsa) :D apalagi Rp55jt di Medan di tahun 1994 :matabelo: jangan2 ahli warisnya maunya cuma maunya ganti duitnya setara nominal saat pinjam di 1994 dulu :ngacir:
Dia menjelaskan, sengketa tanah dan rumah tersebut bermula saat pemilik rumah meminjam uang kepada penggugat pada 1994 sebesar Rp55 juta. Utang tersebut tak kunjung dilunasi dan berujung ke pengadilan. Para ahli waris rumah keberatan karena sejauh ini mereka tidak pernah menandatangani perjanjian j
alhamdulillah, sudah tercapai cita2nya dedek Ughtea, untuk Mati Sangit seperti yg diinginkan :ultahhore Istirahat yg tenang ya dinda, siapkan diri buat segera d gangbang 72 bidadara kaya mahir :ngacir:
killergodnana wkwkwkw.... Den Karung kini udah bertransformasi lebih kalem, udah jadi Den Tegur dan Den Ciduk aja, bersenjatakan UU 11 2008 tentang ITE :ngakaks Tapi kalau menyangkut Pertahanan keamanan sih masih sampai kini :ngacir:
Petrus (Ops. Clurit) itu dilakukan awalnya gara2 tindakan preman yg berani melakukan perampokan ke rumah staff Kodim di Yogya... karena kesal, lalu sang Dandim memerintahkan anak buahnya melacak dan menemukan pelaku, setelah ketemu, ekse d tempat... peristiwa itu dilaporkan keatas, dan diketahui sa
Percobaan untuk memelihara ikan ternyata selalu saja gagal karena memang air tawar tidak sesuai dengan air laut. Setiap kali mengalami kegagalan, Mbah Moedjair kembali ke pantai yang jaraknya 35 km dari tempat tinggalnya. Perlu sebelas kali percobaan untuk memeliharanya agar bertahan hidup di air t
awalnya Kemenhub emang bolehkan mudik... tapi d protes oleh kalangan Epidemolog, proffesi kedokteran, Satgas, dll akhirnya Ratas dengan Menko dan akhirnya sepakat, melaranga mudik :hammer: tapi tenang aja... biasanya menjelang deadline tiba2 suka ada "kejutan" kok, kaya tahun kemarin :nga
seperti yg gw bilang, RASISME di seluruh dunia, ditingkat individu emang susah dihilangkan :o gak perduli setinggi apapun pendidikan atau status strata sosialnya :amazed: mo di Eropa, Amerika, China, Jepang, Indonesia, dll sekalipun... yg penting itu 1, jangan sampai Rasisme itu dijalankan oleh pem
lagi aman gini pada doyan ngompor2in perang... :nohope: tapi kalau kejadian beneran dan sudah pada saling mengisi bahan bakar ICBM, dan sudah melayarkan kapal2 SSBN, juga mulai merakit kembali cadangan2 stok senjata nuklir dr arsenal masing2 yg sebelumnya di dismantle... Apalagi kalau ada salah 1
“Bikin pipa ini ramai, tadi Pertamina itu ngawurnya minta ampun. Padahal, sudah bisa dibuat di Indonesia. Bagaimana itu kecintaan kita pada idealisme kita masih kurang,” tuturnya ada kawan yg orang Pertamina cerita tentang ini, apakah Krakatau Steel gak bisa bikin pipa baja buat oil grade ste...
killergodnana ya itu, Beye - Moeldoko aja untuk 2024... Tagline nya BEMOKRAT (BeyE - MOeldoko Kami Rukun Akur Terus) :ngacir:
killergodnana Kalau JeKa udah ketuaan, tahun 2024 umurnya udah 81 tahun doi, dah saatnya pengsiun... kecuali mo mengikuti jejak negara serumpun nya, Mahatir M yg masih calonkan diri jadi PM di umur 94 tahun :malu: wakilnya Moeldoko aja biar baekan dan rukun lagi tuh Bemokrat :ngacir:
SBY masih BISA banget kok buat calonkan diri lagi :D Karena di UUD 1945 amandemen cuma d katakan maksimal 2x berturut2 saja... setelah turun 1 periode trus calonkan diri, ya bisa lah :cool SBY kemaren 2019 mo calonkan diri (kalau gak tau malu ya) juga bisa aja... apalagi 2024, bisa bangeeet dooong
jadi inget kejadian dulu PDI Kongres Medan, Okt 1993 aklamasi pilih si mbok jadi Ketum, penguasa gak puas, 1996 kongres tandingan, pilih Soerjadi, lalu rebutan kantor DPP (pihak Mega vs pihak Soerjadi) sampai rusuh berdarah di 27 Juli 96 Sampai akhirnya muncul PDI- P Sekarang sejarah kembali terula
mubalah, hasilnya gak memuaskan sumpah pocong, hasilnya tetap gak memuaskan lalu apa lagi ? Karena merasa hukum positif tak memuaskan dan memenangkan kelompoknya, dia mo pakai "Hukum alternatif" :ngakaks mirip orang sakit yg sudah putus asa, lalu cari pengobatan alternatif, meskipun gak
kalau akses mah, selama itu ada dijual di minimarket/ supermarket/ hypermarket, Bar, Pub RESMI ya mungkin masih bisa terkontrol.... Tapi kalau sudah di tangan ke sekian rantai produksinya, alias di warung kelontong, warung jamu, dll, nah ini yg susah... pokoknya selama pembelinya berani bayar, ya d
gw mendukung ini, kalau perlu juga perjudian... suka gak suka, dilarang gak d larang, yg mo mabok, yg bikin minuman beralkohol tradisional akan tetap ada !!! Daripada selama ini tak terpantau, racikan takarannya gak terstandarisasi, dan dipalak oknum2 gak bertanggungjawab, ya mending di LEGALKAN sa
jadi ingat tulisan pembuka di Film Crimson Tide, "Di dunia ini ada 3 orang yg paling berkuasa, Presiden USA, Presiden USSR/ Russia, dan Capt Kapal SSBN USA" :cool Tapi setahu gw, kalau mo meluncurkan kudu ada minimal 3 anggota staff kabinet yg menyetujui dengan menyerahkan user id dalam k
sama aja ah, semua partai2 lama udah pada kena ciduk KPK kok, bergantian :ngakaks yg masih relatif bebas tinggal PSI tuh sebagai partai baru nongol, dan belum banyak kadernya yg jadi pejabat publik :ngacir: