Mendung pagi buta Layaknya dua potong bibirmu Hening dalam suasana lembab Lalu basah dan menjadi ramai Kita berhenti saja disini Karena kau sudah cerah Aku dipayungi hening dalam suasana lembab Tak merasa dan memuai
duduk dengan perih terselimuti duka menunggu keringnya bekas sebuah luka menunduk dengan lirih dan menimbun jiwa tanpa menunggu keberadaan dari suka bagaimana semestinya duka dalam duka eliminasi ekspresi hanya untuk suka sewajarnya orang orang dengan kepalanya yang bahkan tidak mengetahui apa-apa
I love you with a sip on my Gilbey's with a hit on my joint and lost to the another universe and meet the parallel version of you and loving you more with a red eye with broken lungs with all of the unhealthy things and i'm still asking can I love you?
Jika nanti aku pulang biarkan lampu menyala Karena bagaimanapun jua aku akan pulang Kecupan indah di ambang pintu Serta rangkulan erat tanganmu Berbisik lirih Menangisi kita Dalam tidurmu aku terjaga Dalam tidurmu aku menjaga Desiran rindu mulai menggebu
Ganjaran Ada orang belum datang tapi sudah minta pulang Mengaku baru saja selesai menuai ladang ganjarannya adalah mengumpulkan lebih banyak ganjaran untuk membuat sebuah ladang ganjaran Dalam sebuah duduk yang tidak nyaman Semua harus habis, dalam semalam tanpa kasihan Hirup lagi, hisap terus, tan
aku ingin mengeluarkan isi kepala dan perut itu tapi tak ijin kau akan meninggal kau akan hilang dan absen dan kau bahagia lebih duluan sementara daku sibuk menggali liangmu
I don't like it when in the moment I become truly myself And she's keep saying I am a delusional Like she didn't care if I am the man behind the ISIS Or the brain for a military coup Or even someone that put a bouquet on her desk With the highest romantic level, I could drag myself in Wholehearte...
Cekik kalimatku sekarang Tahan setiap kata-katanya Dan tidak juga memorimu percaya Akan apa yang kututurkan kemarin Dalamku bolong sudah kena tikam terlebih diputarnya pisau itu repetisi perih ah anjing anjing-anjing itu berisik sekali aku kan lagi berusaha mati
Booze and hookers, custom motorcycle, weed, luxury house on Raja Ampat (since its a good deal to spend rupiahs on its country :ngakaks ) And maybe do charity :D
Dinding bambu dengan celah segi empat Lampion, asbak, dan dentingan gelas Rambut panjangmu yang terikat Jari lentikmu Kernyit itu Aku dibawa ke dalam remah-remah waktu Menikmatinya bagai makan malam seminggu
Maksudku begini: Bisa saja dimana dikau bersanding di depan batang hidungku, Panjatan deras keinginanmu, Pengaruh fana kita yang sebetulnya, sampai keterus terangan, Aku bisa saja membunuhmu
Datang lagi, kawan sesuatu yang sudah hilang dan kembali kawan dan lawan gandengan tangan sama-sama menelan muntahan kebanggaan dipelupuk mata nafsuan dalam kobaran goncangan kegilaan tak segan-segan hardik: persetan ayo kita semua meninggal bulan ini
misi gan numpang nanya, kata temen ane yg pakai lx 150, vespa tidak nyaman untuk boncengan.. apa vespa sprint juga seperti itu? ada tips agar bisa nyaman boncengan? terimakasih. kalo ane sih pernah dibonceng pake sprint nyaman2 aja gan tapi kalo model S lumayan sempit kaki penumpang belakangnya s
Sungguhpun aku tak akan sudi Sejuta buket maupun rupiahmu Aku maunya belati Sanggupku bahkan di rumahmu Lihat saja dengan isapan tembakau Akhiratnya nikmat, enak! Sekelebat pukau Sejurus henyak lalu nyenyak
Bila esok aku mati Menangislah karena aku tidak hidup lagi Jangan karena aku mati Aku sudah lama mati
Kotak gelap Cahaya padat Membelah Menyelinap Kotak Gelap Isinya orang Terbangun mendekati Cahaya Padat Terang tapi bukan penerang Cahaya belaka Terang saja Kotak gelap orang gelap Terbangun menjauhi Cahaya padat Cahaya semu Cahaya palsu Kotak gelap Gelapnya selalu Kotak padat Orang dibunuh
Meratap aku Pada ujung koridor perpustakaan Yang berdebu dan bersedu Merangkak aku Mengoleksi residu-residu bersalut debu Yang lebih dulu daripada jaman dulu Merenung aku Pada berhala kebanyakan orang Yang dipuja disembah Raja lembah Dan ternyata aku sudah Mengelilingi dunia Masehi terlewat sudah...
Sembilan malam adalah malam muda Tidak lagi sore, namun belum juga lelap Dan dingin yang menusuk sekujur badan Dan menyulut beban di atas kelopak Memanggil lelap mengusir siap Menenggelamkan dalam bayangan indah tentangmu yang masih terperangkap disenja