Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Untukmu yang Telah Kembali Aku menganggapmu gadis kecilku Mainan untuk bercanda Aku mengabggapmu idola Kadang kau hadir dalam seribu nama Dalam seribu rupa Aku hanya tertawa Bagiku kau sama saja Gadis kecil yang nikmat aku goda Kau marah, Mengatakan aku tua bangka Kakek yang bisa menjaga Aku hanya
Ini adek komen gak cih? :gagalpaham Ikut berkomentar mengenai cerita hikmah: Bapak, Anak, dan Keledai "Ojo dumeh. Jangan lantih. Jangan curcol. Dan jangan kepo." nah ini bener bangett Setujuuu :ngacir2:takut
ane komen salah ane komen bener Benar salah ane komen I y a Apapun mereka bilang, tekadku takkan hilang, jalanku masih panjang, garis akhir yg kupandang nananana *saykoji :hammers nggak mau komen lah ane engga kok gka bener.... klo ga ada yg salah kita ga tau mn yg bener gan Makasih byat sem
Ketakutanmu Tak Beralasan Kau ingin tau siapa aku? Hanya susunan kata-kata Tak akan memakan Apalagi menelan Tak usahlah begitu ketakutan Kau kira akan jadi korban? Hanya lewat perbincangan Rupa tak kelihatan Apalagi seluruh badan Tak usahlah begitu ketakutan Kau kira pergi jadi keputusan? Sejauh
Pertarungan Melawan Kesombongan Sepertinya sesekali tak mengapa aku membuka baju Kucoba membusungkan dada Aku akan bertarung melawan kesombongan Sementara aku lihat anak TK pulang sekolah Mereka pasang kuda-kuda berhadap-hadapan Tangan dikepal, saling tatap Siap pada posisi pertarungan Bergetar dad