karena ga makan https://s.kaskus.id/images/2020/03/14/8142115_202003141232190021.png Ho okh kali ya:shakehand2:ngacir2:takut
wkwkwk nyawa digadaikan demi harta yaa bolehnih Mau.... asal ada jaminan gak bakal mati.... Yang katanya iklan nya di instagram itu yah akhi uji coba vaksin sepertinya Deni umat manusia gpp keknya :shakehand2:hammer:ngacir2
Sawit memang menjanjikan buat pengusaha dan pemerintah. habis terbakar terbitlah sawit Selalu begitu :shakehand2:hammer:ngacir2
Renui ada baiknya, tapi tidak menutup kemungkinan juga ada buruknya. Ambil silaturahminya aja. Bagian pamernya dibodoamat. Iya sih tapi tiap di undang malas datang pasti reuni akbar ? apa reuni beneran nih gan :hammer: alumni SMAK Monas 2012 :ngakaks Enakan ikut tp jgn mau bayar hahahaah :shake
Ketegaran dan Derita di Suatu Malam Gelap merangsek masuk ke dalam baju. Tak ada semilir angin. Hanya rintik hujan. Sisa tadi siang. Setelah berbulan kemarau menghadang. Jalanan tanah becek. Sandal jepit terseret. Perempuan paruh baya berjalan pelan. Satu kaki terseret. Tas ransel berati punggungny
Kegaduhan Demi Kegaduhan Kegaduhan datang dan pergi. Seperti kegaduhan burung jalak di tengah sawah. Ratusan burung jalak datang, mencari makan di antara semak dan pepohonan. Kegaduhan memancing amarah petani. Jaring, senapan, racun, dan jebakan. Sebagian tewas mengenaskan atau barang dagangan. Si
Akan Berakhir Ketika cermin melakukan pembangkangan Air di dulang memercik wajah Kemudian putih mata Pergi tak pamitan Kata maaf belum sempat diucapkan Seperti perjuangan kelekatu, Menahan sayap sekuat tenaga Ia bertahan Berenang dengan sayap ditinggalkan Terbakar Kelekatu hanya ingin berpesta Sa
Siapa Kau? Bertahun-tahun aku bermain dan tidur di tempat ini. Sejak pagi hingga tengah malam melabang rasa bersama rekan dan sahabat setia. Tak pernah terpikir akan diberi makan atau minum. Senyuman, sapaan, dan canda dalam gelora sayang dan persaudaraan. Tiba-tiba, ketika air mulai dibagikan, ma
Adalah Katak Katak lagi berbaris. Ia siapkan pesta sambut musim hujan. Irama sumbang coba diseragamkan. Dahan dan ranting jadi tempat pijakan. Notasi lagu tentang terimakasih pada pawang. Saat ini nyamuk mulai bertelur. Katak merasa, waktunya kenyang di depan mata. Pembalasan dendam puasa berbulan
Kopi yang Tumpah Aku melihatnya berjalan seorang diri. Ada apa? Apakah suamimu meninggalkanmu? Atau ia selingkuh di belakangmu? Ia tidak menoleh. Jalannya tetap laju. Seakan mengejar sesuatu. Tas ransel berat tersandang di bahu. Sebentar-sebentar menyeka air mata. Gumaman dan umpatan lirih dari mu
Pemuja Mengelilingi altar, Komunikasi bersama makhluk tak nyata Eroma menyebar, aneka wangi menembus rongga dada lewat kulit ari Keringat dingin meleleh bersama tegaknya bulu roma Ketakutan hingga kengerian mencekam jiwa Betah berlama-lama Ritual pemuja Lewat gelap gulita ia baca mantra Mencari ke