Lah, memang dia gak membandingkan Adzan dengan suara anjing kok. TS ga bisa baca berita yang situ bawa?
yunda.me Kalau gitu ane dah ga bisa bedain lagi mana yang mabok agama dan yang anti pemerintah :cystg
Banyak nih di WA yang bikin story potongan omongan si menteri. Padahal konteksnya terkait penggunaan toa yang bersamaan. Dia kayanya ga bilang suara toa itu sama dengan suara gonggongan anjing deh. Itu analogi yang terpisah. Persamaannya cuma ketika berbunyi berbarengan doang. Asli ya mabok aga
Original: lv 1 - no voice Dekil: lv 10 - "Grrraaaa Grrrraaaa" Meriah: lv 100 - speaks like a native speaker
Ups... Ketahuan! :hammer Coba liat kalau hp aja ada, pengadaan laptop ada juga ga tuh? Laptop 50juta++ demi menunjang kinerja :ngakak
ih.sul Loh gan... Hati-hati, ucapan agan itu bisa dianggap sebagai bentuk meragukan ajaran agama, kafir! Pusing ga tuh ngobrol sama yang tipe kaya begitu :ngakak
Judul thread ini akan dibalas dengan kalimat sakti kaum tertentu, "Agama itu ga bisa dipikir dengan logika." Ok... Case closed, pindah ke tongkrongan sebelah yang lebih bisa diajak ngobrol :ngacir2
Gw ga suka wayang, ondel-ondel, dan semacamnya... Tapi bukan berarti langsung melarang orang lain untuk memainkan/menggunakannya.
Ga tau sekarang gimana ya... Tapi dulu waktu gw SMA, bahkan sampai kelas XII pun ga ada bimbingan ataupun panduan terkait pekerjaan masa depan. Memang SMA sebenarnya ga diarahkan untuk langsung kerja, tapi seenggaknya ada suatu bimbingan/panduan untuk membuka mata si anak ini bahwa pada akhirnya
Riset kecil yang bagaimana tuh? Apa berarti penghuni SF nightlife bisa disebut melakukan riset kontinyu dengan teknik observasi partisipan? :bingung
Beda pendidikan, beda lingkungan, beda pandangan gan... Coba tanya ilmuwan yang sering melakukan penelitian, mereka bodo amat dengan politik dan kisruh agama. Yang penting buat mereka hasil penelitiannya bisa berguna untuk umat manusia.