BAGUS, seharusnya dari dulu masalah hala di kelola oleh pemerintah, bukan oleh preman macam muik. Barvo gus Yakult, keputusanya yang berani sangat di apresiasi.
Agama di jadikan sumber permusuhan, capek gak sih. lagian gblog amat percaya Hoax, minyak babi itu lebih mahal banget dari minyak sayur, jadi gak mungkin untuk sembarangan masak di dapur umum. yang begini saja sudah jelas Hoax.
akobang bukan agamanya di ubah agama gak usah mencampuri urusan pribadi. misalnya dalam perkimpoian negara cukup mencatat saja di catatan sipil, perkera pasangan tsb ingin di berkati di gereja atao di pura atao di Mesjid itu urusan masing masing, sudah itu kan simple. bukankah beragama itu hak se...
lha agama kan urusan seorang individu dengan Tuhan, kenapa agama mempersulit hidup manusia dalam urusan perkimpoian.
lha siu kok mengahrap gerombolan 212 pinter ?, gak mungkin. kalo mereka pnter gak bakalan bergabung ke 212.
kenapa sih makin banyak turunan yaman yang ngerusuh di negri kita ini, apa kita gak bisa usri saja orang orang seperti ini.
lha china di lawan jangankan cumamenciptakan Hantu, wong matahari buatan juga sebentar lagi di buat di China.
koechingg ya poligami itu hanya di negeri negeri muslim, kalo di negeri non muslim ya gak bisa poligami, dan kalo bisa oun menjadi mahal karena standard cewek non muslim kan tinggi.
lah sudah jelas Jokowi sangat berani memecat menteri yang tidak berprestasi seperti si Rizal Ramili ini, mecat Anies juga berani.
halah k0nth0l yng meributkan masalah toa palingan si Kadrun, kebijakan apapun dari pemerintah pasti menjadi bahan coli bagi kadrun. kebijakan menteri Yaqult yang mengatur volume toa ini sudah tepat sekali, hanya kadrun yang mempermasalhkan.
Salman menjelaskan, masjid yang ia urus tepat berdampingan dengan Seminari Tinggi Santo Paukus Kentungan. Namun, sejauh ini pihaknya tidak pernah mendapatkan komplain dari umat agama lain. lha ya jelas gak ada protes dari umat lain lah, kalo protes apa kepengin seminarinya di bakar, seperti kejad...