era pandemi ini ada juga perusahaan yang profitnya sangat tinggi apalagi main bisnis swab jadi kalau farmasi naiknya 1% sih lucu
dari dulu juga bilangnya robat robot tapi nyatanya tidak semua pabrik mampu pakai robot, kalaupun pakai hitungannya jari
dwiatmaja sy ndak mau komen soal rumusnya, sy akan noted DKI saja...paling tidak 3% masih bisa AB ketok palu kita lihat saja senin
sekarang gubernur tidak bisa menentukan sendiri UMP nya, harus merujuk PP36/2021 tentang pengupahan krn PP75/2015 sudah dicabut formula dan rumusnya ada disana btw, untuk jakarta saya bertaruh cendol/bata naiknya di angka 3% atau minimal sama spt tahun lalu. ini sudah paling aman buat DKI
asal jangan buat kartu as pengusaha yang jadi pejabat saja buat lobi naikkan harga sekarang teriak tahan, kalau lobi-lobi untuk naikkan harga deal lalu dilepas metode basi dalam dunia dagang
untuk kali ini saya dukung buruh, kalau naiknya 1% itu sama saja penghinaan sih. lebih baik tidak usah naik saja heran menaker dari BKP (dibalik) ini dari dulu aneh-aneh terus, seperti tidak bisa menjembatani dan mencari jalan keluar bagi kedua pihak buruh dan pengusaha di klub HR sendiri pada bin
Kita ini ndak kurang programmer handal dan network security. Brp banyak perusahaan PMA pakai jasa programmer kontrak, event untuk audit security pun lokal punya. Paling kalau ada project ya PM nya India Kalau jebol sampai ke akar²nya, ini sih bukan jebol ya tapi ditelanjangi namanya
TheTenant untuk muncul di TV itu biasanya segmented, mereka tidak bakal diundang di TV nasional makanya mereka bikin saluran sendiri, itupun pasti diawasi
fishmanish sudah, era dimana nyoblos seolah-olah demokratis tapi dibelakangnya ada tentara pun saya lihat
DAI TV jg ada unsur budha nya saya nonton biasa-biasa saja kalau tidak suka 1 station TV ya tinggal ganti channel lain, semudah itu mengalihkan rasa tidak suka kita